I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."

KETIKA SEMUA HARUS BERAKHIR



XpressAir (Taken from Google)

               Aku duduk termenung di sebuah ruang tunggu di Bandara Raden Intan Lampung. Bolak-balik melihat jam di tangan, pukul 05.30 WIB. Sudah 30 menit aku duduk disini sambil mata menjelajahi ke penjuru arah. Ahh,, tak ada yang ku kenal pikirku dalam hati. Seseorang akan mengajakku pergi yang sampai sekarang pun aku tidak tahu kemana arah tujuannya. Dia baik sekali mau mengajakku pergi dengan segala fasilitas yang sudah dipersiapkannya. Mulai dari tiket pesawat hingga akomodasi yang lainnya. Pada awalnya memang aku tidak percaya, masak baru kenal sudah mau mengajak pergi. Aku Kenal dengannya kurang lebih dua bulan lalu lah saat ada sebuah Festival di Lampung Timur. Ya, Festival Way kambas.... 

Bertemu saat Festival Way Kambas, Lampung Timur 2017
                     Dia memberikan sebuah note kecil yang tertulis nama dan nomor HP nya, Edi. Seorang manajer sebuah maskapai penerbangan di area Lampung yang baru saja seminggu tinggal di Lampung. Baiklah, orang baik yang bisa diajak kerjasama suatu saat dalam hatiku berfikir. Hampir setiap hari aku chat dan berbagi info dengan Pak Edi, begitulah namanya. Seru orang nya dan pintar sekali bercerita tentang dunia pariwisata. Hari ini Pak Edi akan mengajakku pergi.

Ada nama tertulis di Note book
Aku mengihidupkan korek api dan membakar sebatang rokok sambil menghilangkan rasa jenuh. Lalu tak berapa lama ," Halo Van, sudah daritadi?" Tiba-tiba Pak Edi muncul dari samping kananku.. " Ya lumayan Pak sekitar 30 menit lah," Jawabku.
" Ayo kita masuk, bentar lagi pesawat berangkat," ajaknya. Aku mengikikutinya dari belakang. Setelah body search dan checking tiket kami kembali menunggu keberangkatan pesawat di ruang tunggu. Aku memandang tiket yang ada dalam tanganku, pesawat Xpressair dengan tujuan Bandung, ngapain di Bandung? Aku bingung karena memang tidak diberitahu sebelumnya, Pak Edi hanya tersenyum melihat aku memandangi tiket yang ada di genggamanku. Ya sudahlah namanya juga diajak.

          Sekitar pukul 06.00 kami semua sudah mulai menuju pesawat XpressAir yang akan membawa kami semua karena Pukul 06.15 pesawat harus take off dan membawa penumpang terbang ke bandung. Yuhuuu terbang ke Bandung dengan Pak Edi... Ahh aku tersenyum dalam hati.

        Setelah 15 menit berada dalam pesawat, pesawat mulai bergerak dan segera terbang menuju ke Bandung. Aku memandang Pak Edi," Sebenarnya kita mau kemana si Pak?" tanyaku ingin tahu " ke Bandung kah?" tanyaku lagi. Pak Edi cuma tersenyum," Nanti kamu juga akan tahu, Van," Pak Edi menjawab sambil memandang keluar jendela. 
" Ah jangan buat saya penasaran dan bertanya-tanya Pak, kita ini mau kemana?" aku masih bertanya dengan Pak Edi.
Lalu Pak Edi menghela nafas ," kita mau ke Solo, Van ," jawab Pak Edi singkat.
"Ke Solo? mau ngapain Pak?" tanyaku lagi
Pak Edi memandangku seraya berkata ," Aku ingin mengajakmu naik Pesawat Xpressair, sebelum aku resign dari sini, aku mau stay di Jogja dengan keluargaku. Makanya aku ingin mengajakmu naik pesawat ini ke Bandung dulu, karena tidak ada tujuan langsung ke Solo,"

Aku kaget setengah mati, Pak Edi mau resign?? kepalaku jadi berkunang-kunang, mengapa Pak Edi tidak cerita sebelumnya soal ini. Dan mengapa Pak Edi mau resign? 

A very nice to see this picture
"Mengapa Bapak tidak cerita kalau mau resign? apa tidak betah tinggal di Lampung?" aku berkaca-kaca menanyakan ini dengan Pak Edi.  Lalu tak berapa lama dia menjawab :
" Aku tidak mau merepotkan kamu dan orang-orang yang sudah aku kenal disini, aku ingin fokus dan dekat dengan keluargaku di Jogja. Banyak hal yang membuatku ingin resign dari sini dan aku harap kamu bisa mengerti itu ," Pak Edi berkata sambil menepuk-nepuk punggung tanganku untuk meredamkan emosiku yang akan meluap karena shock.

Aku membuang muka, nahan rasa yang tidak karuan. Keluarganya di Jogja, kenapa harus ke Solo tujuannya.

" Aku mau mengajak kamu ke suatu tempat di Solo, baru setelah itu kita ke Jogja ketemu sama anak-anakku. Aku sudah banyak cerita soal kamu sama anak-anakku, makanya aku ngajak kamu ketemu dengan mereka," Pak Edi berkata sambil tersenyum dan akupun diam merunduk.

         Aku memandang matahari pagi dari jendela pesawat, indah sekali dengan awan-awan pagi yang tipis mengelilinginya. Langit begitu cerah secerah perjalanan pagi ini yang awalnya penuh tanda tanya, kini sudah mulai jelas. Jadi aku sudah tau sekarang, mengapa aku diajak pergi dengan Pak Edi. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan aku dengan keluarganya dan anak-anaknya terutama. Aku tersenyum dalam hati dan memandang Pak Edi, " Terima kasih Pak. Pak Edi kembali tersenyum.

         Aku memejamkan mata dan membayangkan bahwa aku tidak berbuat banyak buat Pak Edi selama di Lampung. Kami cuma sering chat lewat Whassup dan itu pun diwaktu senggang. Aku mengganggap Pak Edi adalah partner kerja yang kini sudah jadi saudara. Banyak pelajaran yang bisa aku ambil darinya. Ahhh tiga bulan bukanlah waktu yang lama. Singkat sekali, aku berjanji dalam hati, suatu saat aku pasti akan ke Jogja lagi dengan keluargaku. Aku memiliki bunga-bunga yang indah di Jogja yang tidak bisa dibawa pulang, Ya mereka adalah Pak Edi dan keluarganya.