I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."

PESONA AIR TERJUN JARUM TANGGAMUS

Indah...
       Mengunjungi air terjun itu adalah salah satu hobi saya, meskipun kadang saya merasa kurang bisa naik dan turun gunung yang pasti bikin kaki gempor dan bengkak-bengkak. Namun, saya adalah orang yang kepo, pingin tau akan hal-hal baru di lingkungan sekitar. Saya belom kepengen pergi jauh-jauh untuk explore suatu tempat jika di daerah sendiri pun belom dijelajahi.. (hmm sok banget yahh, hehe)
      Nah, untuk kali ini saya mau bagi-bagi kaki pegel waktu explor air terjun Jarum.. (tau khan..). Ini masih seputaran Air Naningan Tanggamus. Memang siy kalau bicara Air Naningan, gak akan ada habisnya buat dieksplor.  Air terjun saja banyak bingit, belum lagi yang lain-lainnya. Ahh males mau nyebutinnya satu-satu, jadi mupeng karena pingin mgetrip tiap hari tapi kaki gak kuat jalan.
Sudah kebayang kan segernya....
      Air terjun jarum awalnya adalah bernama air terjun datar lebuay. Ini sudah lebih tenar namanya dibanding yang lain. Kalau ada orang yang pingin main ke air naningan, ya tujuannya dulu pasti ke air terjun ini sebelum air terjun yang lainnya terkenal. Lokasinya memang mudah diakses dan tidak terlalu sulit. Hampir sama dengan tujuan air terjun yang lain, akses yang dilalui pun tidak ada bedanya. Melewati jembatan kuning yang mempesona di atas ulu bendungan batu tegi kemudian melewati perkebunan kopi dan perkampungan warga. Perjalanan menuju air terjun ini memang lebih dekat dibanding ke air terjun yang lain.
      Kalau melihat melalui foto yang diposting oleh banyak pengunjung di media sosial khususnya Instagram (follow yah @majestictanggamus) rata-rata pada bilang menyenangkan dan pingin kembali lagi kesana. Ah, saya pun penasaran sekali ingin kesana asap (as soon as possibble).
Saya mencari dan menggali informasi untuk bisa ke air terjun jarum dan pada akhirnya saya bertemulah dengan Mas Armawan Hadi, ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) di air terjun Jarum ini. Dia adalah pemuda yang semangat dan memiliki motivasi tinggi untuk mengelola dan menjadikan air terjun ini lebih ramai lagi. Wawan, begitulah panggilannya. Berawal dari Direct Massage di Instagram kemudian lanjut komunikasi lewat whassup dan ponsel, saya pun menentukan tanggal dan waktu yang tepat untuk k air terjun jarum.
Armawan Hadi (kaos merah) Ketua Pokdarwis
      Yuhuuu.... waktu yang ditentukan pun tiba, saya ternyata tidak sendiri kesana karena kawan-kawan dari MTMA Tanggamus dan Pringsewu pun ikut juga kesana bersama beberapa admin media sosial yang kebetulan juga ingin kesana.
Bermula dari pasar baru, Air Naningan kemudian kami menaiki motor melewati Jembatan Kuning. Ya, ini dia jembatan yang menurut saya siy kece banget dah pemandangannya. Lalu perjalanan dilanjutkan menuju Pekon Datar Lebuay. Dari pusat Desa / Pekon tidaklah terlalu jauh hanya sekitar 10menit saja untuk sampai ke Air Terjun. Aksesnya pun tidak sulit karena ini adalah jalan desa yang sehari-hari digunakan oleh masyarakat untuk berlalu lalang. Masyarakat yang ramah membuat siapapun akan merasa senang saat berkunjung kesini. Begitu juga dengan saya.
      Sampai di parkiran air terjun, bunyi derasnya aliran air sudah terdengar. Ini bertanda kalau air terjun tidak jauh dari parkiran (asyiikkk). Saya langsung berjalan menurun menuju air terjun. Wuihhh dari atas saja sudah terlihat air terjunnya. Pemandangan sekitar air terjun tampak luas sekali dari atas. Saya memperhatikan keadaan sekitar. Jalanan menuju air terjun sepertinya baru dibuat dan tampak lebar. Menurut Mas Wawan (selaku Ketua Pokdarwis) bahwasanya akses jalan baru dibuat dengan lebih lebar dari sebelumnya. Jalan sebelumnya memang sangat curam dan berbahaya karena dari parkiran atas langsung turun menuju air terjun. Namun karena demi faktor keamanan dan kenyamanan pengunjung, jalanan dibuat bentuk zigzag yang mengasyikkan.
      Di lokasi ini ada dua air terjun yang berbeda. Air terjun utama (air terjun jarum) memiliki aliran yang deras dan membentuk kolam alami yang indah. Mau berapapun orang yang mandi disini, sangatlah bisa. jernihnya aliran air membuat betah untuk berlama-lama berendam.
Tidak jauh dari lokasi air terjun utama, sekitar 10 meter terdapat aliran air terjun jarum yang kedua. Alirannya  lebih tinggi dibanding dengan yang pertama. Ada tiga aliran air terjun yang mempesona. Namun dibawah aliran air terjun yang kedua ini tidak terdapat kolam seperti pada air terjun yang pertama. Kalau kata Mas Wawan kita bisa pijit dibawah air terjun ini (huhuy ada yang mijitin dibawah air terjun, ngerii yeee) memang benar setelah saya duduk dibawah salah satu air terjun kedua ini, badan rasanya seperti dipijit oleh jatuhnya aliran air. Jadi betah berlama-lama.

Lokasi yang berdekatan Air terjun Jarum 1 dan 2
      Dua air terjun ini memiliki sensasi dan suasana yang berbeda.Saya merasa sangat puas dan bangga bisa berkunjung kesini.Buat siapapun yang ingin menikmati akhir pekan atau liburan seru bisa berkunjung kesini. tidak perlu takut, segala sesuatu sudah dikelola dengan baik. Jadi tunggu apalagi....


Mau  Camping juga bisa niy....

Kedinginan sebelum nyeburr....

Mau bergelantungan kayak Tarzan...

Aliran yang deras...

My Trip My Adventure...

Jembatan Bambu.....

(Foto-foto : Armawan Hadi, Adi Wiransyah, Elvan Ajnabee)