I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."


THE VIJAY

Terbersit dibenakku untuk menulis asal-asalan. Entahlahh..... Judulnya pun gak ada kaitannya sama sekali dengan apa yang aku tulis. Kalau emang dibilang galau yaa bisa juga sii... rusuhh.. iyaa rusuh emang kalau kegalauan sedang melanda. hati merasa dag dig dug gak karuan. Melihat sesuatu aja udah gak semangat lagi. antara hidup dan mati memang. kadang orang merasa galau hal yang biasa, nanti juga ilang sendiri. Ngerasa yang seperti ini nii aku sudah berkali-kali. Dibilang bodoh emang iya... serasa lumpuh gak bisa gerak. Ngeliat orang ajaa udah kayak vampir, ngeri, takut dahh pingin lariiii rasanya. Resiko manusia hidup ya begini, berani berbuat harus berani menerima akibat. seburuk apapun itu. Tapi kadangan yaa aku mikir gini, kalau memang galau ini ada obatnya yang bisa beli eceran...sehari aku bisa habis selusinnn paling.

The Vijay... entah sebuah PHP atau PHO gak tau juga aku apa sebenernya ini. Mau dibilang PHP juga bisa. ataupun PHO pun kemungkinan masih ada. karena kedua istilah itu ada keterkaitannya. tapi untuk sekarang ini lebih ke PHP. Doa dalam hati untuk yang terbaik selalu ada. Lupaa.. Lupa.. Lupakann saja.. tapi bayangan hati terus menggantung dalam setiap desah nafas. Ahhh biarlahh... seiring berjalan waktu aku akan menemukan titik terang yang entah terangnya akan terus berlanjut atau hanya cahaya redup saja. karena jika diibaratkan aku memegang senter, batre senterku ini sudah soak, meskipun dicas cukup lama, namun akan segera habis... 

Ahh... Aku dah kayak orang gila... kadang ketawa, kadang juga ngakak kadang bahkan sampe terpingkal-pingkal dan setelah itu lelah, jatuh dan terpuruk. Kadang merasa sangat gelapp sekali dan sampai merangkak pun sangat susah. Melotot hanya percuma, membuat mata jadi pedih saja... dua sisi yang saling merebut suasana hati, dan tatkala mereka lelah, meraka akan membaur jadi satu. kelam dan kelabu berjalan meniti cahaya yang sesungguhnya takkan pernah membuatnya terang ataupun gelap....

The Vijay..... Datang dan menggantung dalam tali hati yang kan segera rapuh....

TOUR PAHAWANG DENGAN D'TRAVELLERS



D'TRAVELLERS in action.....

Ke Pahawang?? Wahh nama yang sudah tidak asing lagi di telinga. Aku sering mendengar namun belum pernah kesana, katanya siy bagus alam bawah lautnya,, ahh masak siyy?
Rasa penasaranku terbongkar sudah karena tanpa disangka-sangka Eltra kawanku menawariku untuk mengantarkan teman-temannya yang pecandu wisata untuk berwisata ke Pahawang. Yahh sekalian lahh pikirku kesana mumpung gratisss,, dibayar lagi ( sewa mobil gue hehee). Eltra memang temenku yang bener-bener pecandu wisata bersama kawan-kawannya itu yang tergabung dengan D’Travellers. Mereka adalah sekelompok pelancong wisata yang tanpa sengaja bertemu ketika berwisata ke Gunung Bromo pada awal tahun 2014. Kemudian mereka juga dipersatukan kembali ketika ada tour wisata Negeri Diatas Awan di Dieng. Ternyata mereka bener-bener menemui kecocokan satu sama lain (ada lohh yang bener-bener sudah cocok hehehe , jangan penasaran dulu yaaa)
Nahh pada bulan Desember ini mereka sudah mengagendakan untuk berkunjung k Lampung karena kebetulan ada personil D’Travellers yang berulang tahun. Mereka adalh Awan, Mbak Kiki dan Ichan. Meskipun tanggalnya berbeda-beda mereka merayakannya sekalian menjadi satu.
Sabtu Pagi 19 Desember 2012 tour D’Travellers di Lampung akan dimulai. Mereka memiliki 2 hari untuk berwisata. Semua sudah berkumpul di rumah Awan di Kota Sepang. Dengan seragam yang kompak, mereka melangkah mantap menuju mobil yang sudah aku persiapkan. Dua mobil sudah standby meskipun agak telat (lumayan 1 jam 30 menit telatnya) hehehee… Aku sendiri yang membawa mobilku sedangkan mobil yang satu lagi dikenudikan oleh Ade Frima Setya, kawanku.
Ngilerrr pingin nyeburrr
Perjalanan ke Pahawang dimulai.  Selama satu setengah jam perjalanan semua peserta enjoy banget dengan perjalanan hingga pukul 11.00 WIB sampailah kami semua di Ketapang, dimana disanalah perahu yang akan membawa kami ke Pahawang sudah siap berangkat. Kurang lebih satu jam perjalanan menuju Pahawang. Sebelum sampai ke pantai pulau Pahawang, mereka snorkeling dulu di salah satu sudut pulau Pahawang. Luarr biasa indahnya alam bawah laut pahawang. Inilah yang menjadi daya tarik wisata daerah ini. Alam laut yang indah karena terdapat gugusan pulau-pulau yang saling berdekatan sehingga sekitar pulau itu lautnya tidak begitu dalam. Oleh karena dasar laut yang tidak begitu dalam inilah banyak wisatawan yang tertarik untuk snorkeling menikmati keindahan karang-karang dan ikan-ikan yang berwarna-warni.
Mengutip informasi dari www.utiket.com bahwa Pulau Pahawang merupakan sebuah pulau yang terletak di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan. Pulau ini terbagi menjadi dua yakni Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil. Pulau Pahawang menyimpan banyak keindahan. Pemandangan yang indah, bukit pepohonan yang hijau, pasir pantai yang berwarna putih, air laut yang jernih dan segar dapat Anda nikmati di pulau ini. Sangat cocok bagi Anda yang suka bersnokeling. Bahkan di Pulau Pahawang Kecil terdapat satu jembatan alami yang disebut dengan Tanjung Putus. Tanjung Putus menghubungkan antara Pulau Tanjung Putus dengan Pulau Pahawang Kecil. Tanjung Putus hanya dapat terlihat saat air laut surut karena saat air laut pasang, jembatan alami ini akan terendam air. Kawasan Tanjung Putus juga merupakan salah satu spot menyelam favorit bagi para pengunjung.
yo yo yoo snorkeling yoo....
Pulau Pahawang Kecil dapat ditempuh kurang lebih sekitar sepuluh menit dari Pulau Pahawang Besar. Kebanyakan para pengunjung menginap di penginapan Pulau Pahawang Besar karena di pulau tersebutlah sebagian besar penduduk setempat tinggal. Sebaiknya Anda membawa makanan dan minuman bila akan berkunjung ke pulau ini untuk bekal selama di perjalanan.
Dari pusat kota Bandar Lampung, Anda dapat menuju ke Pantai Klara yang ada di Kabupaten Pesawaran terlebih dahulu. Pantai tersebut merupakan titik penyeberangan ke Pulau Pahawang. Waktu tempuh dari pusat kota Bandar Lampung ke Pantai Klara sekitar 70 hingga 90 menit perjalanan. Dari sini Anda dapat menyewa perahu untuk menyeberang ke Pulau Pahawang dengan biaya sekitar Rp 500.000 per hari (sudah termasuk pengemudinya). Perahu tersebut dapat menampung sekitar lima belas orang. Saat menyewa perahu, Anda bisa juga menyewa perlengkapan snorkeling dengan biaya sekitar Rp 50.000 per orang. Waktu tempuh menuju ke lokasi sekitar 90 menit perjalanan.
Nahh itu dia keterangan yang bisa kita peroleh melalui utiket.com yang sangat membantu kita dalam memperoleh informasi mengenai Pulau Pahawang.
Rasa puas bersnorkling di Pulau Pahawang tidak berakhir disitu saja, lanjut ke Pulau Kelagian dan Batu Mandi membuat kami semua semakin puas bermain air. Hampir seharian bermain air  dan kelelahan pun menggerogoti sendi dan tulang dan pada akhirnya dengkuran peserta pun mulai terdengar saat perjalanan pulang menuju Bandar Lampung (Bersambung)

Ini siapa yaa yang ngambil foto ini... gak nyadar hehe

Coast to coast ala-ala Westlife jaman dulu

Ini Snorkeling di Kelagian nihh... kerennss..

Narsiz di dalam air boleh jugaa nihh....

Segerrrrr meskipunn di tengah pulau di lautan

Hayooooo,,,, ngapainnn ituuu... cieeee ini lho yang bener-bener cocok

Ikan-ikannya sangat bersahabat.....
Mau kesini lagi...?? see you next time...

GREEN CANYON... Pahatan Alam Yang Mempesona



Mengagumkan......

Dulu  aku berfikir kalau yang namanya canyon-canyon itu adalah Grand Canyon yang ada di amerika itu, karena awalnya aku tau Grand Canyon itu dari membaca komik Paman Gober (komik kesukaanku yang tiada bosannya sampai sekarang). Ada bagian dari komik itu yang menceritakan kejadiannya di Grand Canyon. Aku fikir juga sebelumnya Grand Canyon itu Cuma di komik itu ehh ternyata ada benerannya di Amerika. Memang luar biasa indahnya, sebuah pahatan alam yang membuat kita berfikir itu adalah hal yang mustahil. Kita melihat orang memahat patung saja hasilnya bagus  sekali apalagi ini alam yang laksana di pahat oleh sang pencipta. Subhanallahhh…
Spechless banget liat ini... (foto diambil dari google)
Di Indonesia pun terdapat  pahatan alam yang seperti itu, salah satunya adalah Green Canyon. Mengapa dinamakan Green Canyon? Ini adalah factor dari warna air sungai nya yang berwarna hijau yang cukup indah.  Heran juga ketika aku kesana, kok airnya berwarna hijau. Mungkin dari factor alam yang kanan kiri sungai itu tumbuh pepohonan yang subur dan besar laksana hutan. Suara-suara burung dan gemercik air dari semburan perahu membuat suasana menjadi tenang dan damai.
Masih Speechless... Emang bagusss bangett
Karena ingin tau banyak soal Green Canyon, aku iseng-iseng membuka Wikipedia Indonesia, nahh akhirnya aku dapatkan informasi mengenai Green Canyon. Cukang Taneuh atau Green Canyon (Ngarai Hijau) adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis ± 31 km dari Pangandaran. Ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran sungai Cijulang selama jutaan tahun yang menembus gua dengan stalaktit dan stalakmit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang khas dan menantang. Untuk mencapai tempat ini, kita harus menyewa sebuah perahu kayuh dari dermaga Ciseureuh. Perjalanannya memakan waktu kurang lebih 30-45 menit dengan jarak sekitar 3 km untuk sampai ke Green Canyon. Harga sampannya sekitar Rp.150.000 untuk maksimal 5 orang dan beroperasi setiap hari mulai dari pukul 7.30 sampai 16.00 WIB. 
Airnya hijau dan tenang....
Sepanjang perjalanan, mata kita akan dimanjakan oleh hijau teduhnya warna air sungai. Di mulut gua terdapat air terjun Palatar sehingga suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya panjat Tebing, berenang, bersampan sambil memancing. Untuk mencapai lokasi ini wisatawan dapat menggunakan perahu yang banyak tersedia di Dermaga Ciseureuh, baik perahu tempel maupun perahu kayuh. Objek wisata ini berdekatan degan objek wisata Batukaras serta Bandar Udara Nusawiru.

Nahh itu dia sobat, informasi mengenai apa itu Green Canyon berdasarkan dari Wikipedia.... Tertarik mau kesana.... ? Really unforgettable momet. Akupun yang baru sekali kesana tidak akan merasa puas deh untuk selalu berkunjung kesana... 
Luar Biasa (Foto minta dari google) hehehe

Memasuki lorong goa yang besar

Harusnya fotonya gak pudar gini, aslinya kerenn banget hehehe

Eksis dulu diatas perahu dan air yang hijau

Narsiss....

Keren gak yaa?

Bareng-bareng foto.... kapan lagii nihhh



I LOVE SUNSET

Wowww.... Bisa betah berlama-lama menikmati sunset begini?
Sunset....
Sunset itu ibarat kalau misalkan dalam sebuah novel itu seperti resolution dimana setelah adanya introduction, problem, climax, resolution dan ending. Nahh bagian resolution ini yang bikin kita merasa tenang setelah adanya puncak dari permasalahan. Begitu juga ketika aku sedang melihat sunset, ketika siang hari matahari terasa terik dan membakar kulit dengan teriknya, maka ketika sore hari tiba menjelang senja, sunset begitu indah terlihat dengan sinar orange nya yang meredup menyelimuti awan. Ia akan menanti dari akhir perjalanan harinya dengan ucapan selamat istirahatnya. ketika perlahan matahari kan terbenam dan menghilang, ia kan tersenyum manis lewat sinar senjanya. Begitu indah dan begitu damai...

Aku paling betah kalau harus berburu sunset. yang penting bisa lihat sunset saja, tanpa harus dari tempat yang susah. Pada intinya aku bisa menikmati sunset. Berikut ini ada beberapa foto-foto sunset koleksiku yang memang sengaja aku ambil memang ketika lewat pulang kerja ataupun sengaja melihat sunset. Sebenernya masih banyak lho koleksinya di laptop, cuma ini beberapa saja yang bisa diupload ksini. 

Aku masih akan tetap berburu sunset kemana-mana. Bahkan sebenernya sunrise pun aku suka namun filosopfinya aku lebih suka sunset karena sunset akan menutup perjalanan hari dengan kehangatan sinarnya dengan damai setelah berjuang mengarungi kerasnya perjalanan hidup di hari itu.

Sunset dari Pulau Kiluan

Masih dari Pulau Kiluan... hmmmhh

 
Sunset dari Jl. Endro Suratmin, Sukarame Bandar Lampung

Sunset dari Kampus IAIN Lampung

Sunset Pantai Klara

Lampu yang bikin suasana bisa berbicara,, hehehe  

SUnset dari Kolam Ikan Korpri bandar lampung

 
Foto-foto oleh Elvan Al Ajnabee Collection

LAGUNA GAYAU

Siapa yang gak ngiler untuk berenang disini?
Renang.. Renang.. Renang...... 
Siapa yang tidak suka berenang? Ahaa.... Berenang di kolam renang itu sudah hal yang biasa, namun kalau berenang di kolam renang yang terbuat dari batu-batu karang yang eksotis, alami dan biru bening di tepi pantai, akan seperti apa ya rasanya?

Kalau sobat pernah berkunjung ke Teluk Kiluan, Tanggamus, Lampung jangan pernah lewatkan untuk berkunjung ke Laguna Gayau. Itu adalah kolam renang yang terbuat dari batu-batu karang yang indah dan alami. Lokasinya berada dibalik bukit Teluk Kiluan. Trekking nya lumayan ekstrim buat sobat yang suka dengan tantangan. Ini adalah wisata minat khusus bagi para wisatawan karena tidak semua wisatawan suka dengan tantangan. Perjalanan menuju Laguna Gayau dimulai dari Desa Bandung Baru, kemudian mendaki bukit yang yang ditanami pohon-pohon kakau untuk menuju balik bukit. Jalanan menurun cukup ekstrim, kudu ekstra hati-hati ketika menuruni bukit. Setelah itu kita akan sampai di pantai dengan ombaknya yang cukup besar menghantam bebatuan karang yang besar. Perjalanan menuju Laguna belum selesai, sobat harus meniti bebatuan kurang lebih 150 meter. Pelan-pelan dan harus ekstra hati-hati karena bebatuan cukup tajam dan curam. Sambil menikmati pemandangan dan deburan ombak yang indah, sobat bisa berfoto-foto dahulu, moment yang tidak boleh dilewatkan. 
Segeeeerrr... Ademmmmm....
Ketika sampai di Laguna Gayau, Sobat pastinya sudah tidak sabar untuk mandi disana, sejam dan dua jam takkan terasa berada disana. hehehe...

Ini adalah salah satu destinasi yang sobat harus kunjungi di Teluk Kiluan setelah melihat lumba-lumba.
Penasaran... ?

Beningnya Air,,, Serasa Pingin Minum...
Air yang menyembur dari lubang batu karang.. wowww... seruuu
Deburan Ombak yang menerpa batu karang laguna

INDAHNYA PESONA BATU TEGI

Bendungan Batu Tegi yang mempesona
Pernah mendengar Batu Tegi? atau malah sering denger batu cincin yang sedang marak-maraknya saat ini... hehehe .... iya betul sekali Batu Tegi adalah Bendungan/Waduk yang terletak di desa Way Harong Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus Lampung. Bendungan yang kabarnya terbesar di Asia Tenggara ini memang luar biasa indahnya. Kalau sobat pernah kesana pasti akan terkagum-kagum akan keindahan perjalanannya yang membuat kita selalu berdecak kagum. Mulai dari gerbang masuk terus menuju jalan ke arah dermaga, maka kita akan melewati jalan yang berkelok-kelok dengan tumpukan-tumpukan bronjong di kanan dan kiri jalan yang berfungsi untuk menahan tanah agar tidak longsor. Wuihh... kita berhenti sebentar di tempat ini terus berfoto-foto dengan background batu-batu yang luar biasa, hal yang tak kan terlupakan.
Background Bronjong yang menawan
Setelah itu kita melanjutkan perjalanan turun ke bawah ke arah dermaga, kita akan melihat pemandangan batu tegi yang luaaasss sekali. Sobat pingin berhenti dan foto-foto lagi bolehhh sekali. Memang moment foto yang tak bisa dilewatkan. Ketika sampai di dermaga pun kita akan tetap dibuat terpana dengan keindahannya.
Selain itu, kita juga bisa menuju arah jembatan Batu Tegi. Jembatan ini panjangnya kurang lebih 700 meter. Kalau kita berfoto-foto disini seolah-olah kita berada di tembok cina.. hehehe (alay sii,, tapi emang bener sobat).
Bendungan Batu Tegi ini dibangun pada tahun 1995 dan selesai dibangunnya itu pada tahun 2003 (hampir 8 tahun proses pembangunannya). Pantas saja bendungan ini hasilnya memang luar biasa. Kala itu bendungan ini diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri, yang kebetulan saat itu beliau menjabat sebagai
Presiden Indonesia.
Bendungan atau Waduk ini selain berfungsi sebagai tempat wisata, juga berfungsi untuk PLTA, pengairan untuk persawahan, persediaan air minum, perikanan dan lain-lain. memang karena keindahanya inilah, banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini hampir setiap hari.
Biaya masuknya pun cukup murah, hanya Rp. 2000,00 saja perorang kita sudah bisa masuk lokasi dan menikmati keindahan Bendungan Batu Tegi. Lokasinya dapat ditempuh kurang lebih 2,5 jam dari Bandar Lampung.
Kalau sobat penasaran, silahkan saja datang ke Batu Tegi untuk informasi lebih jauh yaa..... hehehehe





Kertas Koran Hilangkan Bau Pada Sepatu

Sepatu yang bersih dan nyaman untuk dipakai
Paling sebel kalau sepatu kita bau, bisa dikarenakan ketika sepatu yang kita pakai memang sebelumnya belum kering atau memang tidak sempat mencucinya. Wahh wahhh bisa bisa repot ni urusannya kalau begini. Disemprot dengan pewangi pun terkadang malah jadi menambah aroma yang kurang enak.
Cara yang paling simpel dan sederhana saja adalah ambil kertas korang dan buatlah bulatan yang bisa masuk kedalam sepatu. Setelah itu taburkan kopi bubuk kedalam sepatu. Biarkan beberapa saat atau semalaman, setelah itu buanglah kertas koran dan sepatu siap dipakai dengan aroma yang berbeda dengan sebelumnya. Bau apek hilang dan berjalan menjadi percaya diri.Tidak ada salahnya untuk dicoba.. Ayoo.
..

Gigi Berkarat Akibat Merokok? Ini Solusinya..

Buah Asam Jawa
Terkadang kita malu ketika kita tersenyum dihadapan banyak orang dan kita merasa minder saat tersenyum karena ada masalah dengan gigi. Masalah pada gigi misalnya bau mulut atau penampilan gigi yang tidak bersih atau karatan akibat kebanyakan merokok. Memang kebiasaan merokok yang susah sekali dihentikan dapat mengakibatkan gigi menjadi kuning dan berkarat. Nah ada cara yang bisa dicoba untuk menghilangkan karat gigi karena merokok.
Caranya gampang sekali carilah biji dari asam jawa secukupnya kemudian bijinya itu disangrai atau digoreng tanpa menggunakan minyak atau sebagian orang bisa juga dibakar kalau memang ada alatnya untuk membakarnya. Setelah itu tumbuk menjadi halus biji asam jawa itu dan hasilnya yang sudah dihaluskan itu digunakan untuk menggosok-gosok gigi yang berkarat. Nah, dengan cara ini gigi yang berkarat akan segera berkurang dan menjadi putih kembali. Selamat mencoba....

ADA CINTA DI FESTIVAL TELUK SEMAKA VII (Bagian ke-2)


Elvan's Family..... bukan Hanung yaa.... Beda Sangadd...
Aku memang gak pernah menulis artikel ataupun tulisan tentang judul yang sama sebelumnya. Ini aku terinspirasi dari tulisan dari Mbak Melly Feyadin di blognya yang menjadi headline di detik.com, luar biasa sekali http://margeraye.blogdetik.com/2014/11/20/ada-cinta-di-festival-teluk-semaka/. Tulisanku ini merupakan sequel (lanjutan) dari karyanya dengan judul yang sama. Di dalam blognya, Mbk Melly menuliskan keunikan-keunikan ketika Festival Teluk Semaka beberapa waktu lalu ( 01 November 2014). Nah, melihat keunikan-keunikan yang ada dalam tulisannya, maka akupun ternyata menemukan beberapa keunikan yang menurut aku bisa diangkat ke dalam tulisanku (Hehehe terinspirasi yaa bukan mencontek lhoo..)
Memang si kalau bicara tentang Festival Teluk Semaka ini serasa kayak salah satu slogan kartu selular yang terkenal itu,, selalu on dan gak ada matinya, hehehe. Selalu ada ide untuk dituangkan kedalam tulisan. Nah, disini aku akan mangangkat keunikan-keunikan yang ada dari peserta D’Semaka Tour Festival Teluk Semaka 2014. Ayoo kita mulai:
Yang pertama ini aku mau nyeritain aku sendiri dulu dehh sebagai pembukaan hehee… sebenernya aku merasa biasa-biasa saja dan gak ada yang unik dalam diriku ini. Cuma dari pengalaman pas Festival kemaren yaa, temen-temen manggil aku itu Mas Hanung (Hanung KW super malahan) wedeww…. Aku tau si dengan Hanung Bramantyo, sutradara top yang film-filmnya itu keren-keren. Sebut saja Ayat-ayat Cinta, Legenda Sundel Bolong, Get Married, SOekarno dll, karya-karya yang patut diacungi jempol. Itu Hanung Bramantyo, lahh aku? KW doing, kw super lagi katanya, apa yang dibanggain? Hahaa… tidak apa-apa itu kan orang lain yang menilainya, yang jelas aku ya aku dan hanung ya hanung. Yaa, emang banyak juga sii yang bilang mirip Hanung, murid-muridku pun kadang manggilnya Mr Hanung hehehe (guru juga lho ini ceritanya). Kalau aku kayak Hanung KW, berarti istriku kayak Zaskia Mecca KW juga dong, hahaa… ahh nggak ahh malah cantik istriku dibanding Zaskia Mecca (Love you my wife, Endri Yeni). Nah itu dia sekelumit tentang uniknya gue kalau kata temen-temen media social, entahlah.
Mas Yopi berbaju merah,,,, siap action

KEMAH KONSERVASI DI TNBBS


Van besok kita ke TNBBS, ada undangan pembukaan kemah konservasi “Pak Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata, Bp. Marhasan Samba berkata kepadaku sore ini ketika aku mau pulang kantor. Hadehhh, padahal besok kan aku mau izin gak ngantor, tapi yasudahlah namanya juga perintah jadi aku harus mengikuti (garuk-garuk kepala). Meskipun aku kurang faham juga dengan istilah kemah konservasi itu apa. Hitung-hitung dapat pengetahuan lah sambil nyari bahan buat blog juga hehee.. Seneng juga siy sebenernya jalan-jalan ke TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan) itu, pemandangannya yang indah itu bikin betah lama-lama dalam perjalanannya.

Pagi-pagi berangkat bareng Pak Kabid, Samba. Kebetulan hari itu beliau lagi ada urusan di Bandar Lampung (asekk ada donator buat bensin mobil aku hahaaii). Acara mulai jam 08.00 WIB berdasarkan undangan siy,, ngebut bawa mobil demi mengejar waktu tapi ternyata gak kekejar juga. Setelah finger print di kantor, kami pun meluncur ke TNBBS bareng Pak Sigit juga. Ahaa.. aku lupa ngasih tau kalau ternyata Pak Sigit, Kasubbag Perencanaan juga ikut hadir di undangan ini. Jadilah kami bertiga berangkat bersama.
Pemandangan Teluk Semaka dari puncak Sedayu
Angin sepoi-sepoi terasa sejuk menerpa wajah ketika kaca mobil dibuka. Memang panorama selama perjalanan cukup mengagumkan, sawah kanan dan kiri terlihat hijau dengan background gunung Tanggamus yang biru terang. Beberapa kali melewati jembatan yang panjang dan besar diatas sungai-sungai dan salah satunya adalah sungai semaka. Sungai semaka ini berhulu di Lampung Barat dan berhilir di Tanggamus. Sungai ini sangat terkenal. Aliran sungai ini mengalir ke Teluk yang sampai sekarang dikenal dengan Teluk Semaka. Luar biasa indahnya perjalanan ini, hingga sampai di tanjakan sedayu yang tinggi, pemandangan menjadi semakin indah. Jeprat-jepret kameraku tak henti-hentinya mengarah pada panorama teluk semaka dari puncak sedayu. Tak terasa sampailah kami di TNBBS.
Disambut oleh petugas yang sedang jaga disana. Kami pun dibawa kearah lokasi bumi perkemahan (BumPer) dimana ditempat itulah dilaksanakannya Kemah Konservasi dan Lomba Lintas Alam. Kemah konservasi ini adalah kegiatan kemah yang bertujuan untuk mengembalikan alam ke aslinya dengan cara memelihara keutuhan lingkungan dan menanam kembali pohon sebagai pelestarian alam agar terjaga kembali keasliannya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh TNBBS dibawah program MDK (Model Desa Konservasi).
Pertunjukan bakat tari oleh peserta
Kegiatan Kemah konservasi ini diikuti oleh sekitar 35 tim yang berasal dari masyarakat umum, pelajar ataupun mahasiswa. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan yang diawali dengan pembukaan, pertunjukan seni dan pelepasan peserta lintas alam. Kemah konservasi ini dilaksanakan selama dua hari yaitu mulai tanggal 27-28 November. Pada hari pertama setelah pembukaan, seluruh peserta yang terdiri dari 35 tim/regu itu melakukan lomba lintas alam di TNBBS yang sudah ditunjuk oleh panitia. Dimalam harinya ada kegiatan lomba pidato bahasa lampung sebagai wujud pelestarian bahasa lampung agar tetap terjaga serta menumbuhkembangkan masyarakat untuk mendalami bahasa Lampung.
Dihari kedua ada program yang bagus sekali demi melestarikan dan menjaga keutuhan hutan yaitu penanaman pohon durian yang dilakukan oleh seluruh peserta kemah dan petugas dari TNBBS. kegiatan ini merupakan wujud nyata dari peserta kemah konservasi dalam pelestarian di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Mengapa harus pohon durian? Karena pohon durian ini bisa dimanfaatkan selain sebagai pohon besar yang bisa melindungi hutan, buahnya juga dapat dinikmati oleh masyarakat. Jadi tidak sekedar tanaman pelindung saja, namun bisa dimanfaatkan buahnya. Hmm… buah durian, siapa yang tidak suka? (Penulis tunjuk tangan, heheee gak suka duren)
Kutatap sekelilingku ketika aku bergerak pulang dari bumi perkemahan TNBBS itu. Kupandangi pemndangan indah dari puncak bukit, pohon-pohon besar berdiri kokoh dan tegap seolah-olah siap melindungi setiap bencana yang akan merusak keutuhan dari alam itu. Ahh,, seandainya aku bisa berdialog dengan pohon-pohon itu…..
Bapak Marhasan Samba (Kabid Pariwisata Tanggamus) melepas peserta lintas alam
Hasil Kerajinan karya masyarakat sebagai bentuk pemanfaatan limbah
Tengkorak binatang yang masih terjaga keutuhannya
Tenda-tenda yang berwarna-warni
Lebatnya pohon-pohon di hutan TNBBS