I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."

Antara Aku, Festival Teluk Semaka VII dan Media Sosial (Part 2)

Festival Teluk Semaka memasuki hari ke 2 bagi media social sebagai peserta Tour D’Semaka kali ini. Wahh ada kegiatan apalagi yaa untuk hari ke-2 ini?? Apakah sama seperti hari kemarin atau berbeda?
Yups.. semua kegiatan ada rundown acaranya atau istilah kerennya itu itinerary. Untuk hari ke-2 ini aktivitasnya ada tiga yaitu Pengetahan Adok, Karnaval Budaya yang kali ini bertemakan The Heritage of Tanggamus Culture and Khakot Carnival dan acara Semaka Sparkling Night.. woowww kerennn..

Suasana di dermaga Kota Agung
Seperti biasa di pagi hari sebelum mengikuti acara, para peserta tetep ada yang berjalan-jalan ke dermaga, yaa hanya sekedar jalan-jalan, melihat aktivitas nelayan ataupun mengumpulkan bahan untuk menulis di blog mereka. Tidak apa-apa yang penting kudu tetep on time yee… dengan gayanya yang bener – bener khas banget, mereka berjalan sambil membawa kamera yang gak pernah lepas dari kalungan di lehernya dan juga syal dan tas kecil mereka. “ permisi buu…” mereka menyapa ibu-ibu yang bersimpangan dengan mereka. Wahh ramah sekali mereka ini,,, diam-diam aku memperhatikan mereka, layaknya orang sedang
dikarantina untuk mengikuti sebuah pemilihan bakat. Hahaha… seru lahh pokoknyaa..
Aku gak mengikuti mereka ke dermaga, tugasku adalah mencari sarapan, yahh meskipun nasi uduk sebagai menu sarapan setiap pagi yang penting semua hepi. Inilah yang menjadi salah satu keunikan yang seperti diungkapakan oleh salah satu blogger di blognya, Mbak Melly Feyadin. Dia banyak melukiskan keunikan-keunikan selama mengikuti tour di Festival ini, salah satunya adalah makan uduk setiap pagi.. hehehe (gak papa ya mbk melly, yang penting kebersamaan,, kaceeeehhhh )
Pengantin Adok dibawa oleh para punggawa
Pukul 08.00 semua peserta sudah siap untuk menuju lokasi acara pertama yaitu Pengetahan Adok. Ini adalah aktivitas rutin yang selalu ada di setiap event Festival Teluk Semaka. Pengetahan Adok adalah pemberian gelar kehormatan kepada tokoh adat tertentu yang berdasarkan keputusan dari MPAL (Majelis Penyimbang Adat Lampung). Jadi kepada orang yang akan diberi gelar adat itu bisa berasal dari tokoh adat, pejabat ataupun para petinggi daerah. Dengan diberikannya gelar kehormatan ini, maka mereka akan menjadi tokoh yang menjadi panutan dalam masyarakat. Dalam Pengetahan adok kali Majelis Penyimbang Adat Lampung yang diketuai oleh Bp Rofiuddin memberikan gelar kepada dua tokoh pejabat di Kabupaten Tanggamus yaitu Ketua Pengadilan Tinggi, Bp. Idham Kholid, SH, MH sebagai Pengikhan Ya Sangun Ratu II dan Ketua Kejaksaan Negeri, Bp. Raffiudin, SH sebagai Pengikhan Ratu Marga. Mereka berpasangan dengan istri dan berpakaian layaknya pengantin.
Nah, ini dia nihh Para pengantin adok yang akan diberi gelar (Adok)
Prosesi dimulai dari rumah dinas Bupati Tanggamus, Bp Bambang Kurniawan ST. Segala persiapan dari mulai make up, pemakaian baju adat dan lain-lain berpusat di rumah dinas Bupati Tanggamus. Para pengiring arak-arakan sudah mulai menunggu di luar rumah, tepatnya di pinggir jalan. Mereka semua berpakaian adat berwarna-warni mulai dari baju pengantin, hadra, rebana, ada pula yang berpakaian sekura ( seseorang yang bertopeng yang biasanya muncul ketika ada perayaan-perayaan besar dan biasanya terdapat acara cakak buah/panjat pinang).
Iring-iringan rombongan pengiring beserta music-musik khas lampung sebagai tetabuhan sudah berjalan dari depan rumah dinas Bupati. Dua pasang pengantin sudah duduk diatas tandu kehormatan dan siap diangkat oleh para punggawa. Dengan diawali oleh dua orang pencak khakot sebagai pembuka jalan, para iring-iringan pengantin mulai berjalan menuju lokasi pengukuhan adok, yaitu di lapangan merdeka dimana disana sudah menunggu para tokoh adat dan Majelis Penyimbang Adat Lampung yang akan mengukuhkan gelar mereka.
Aksi Para Khakot Tanggamus
Acara yang memakan waktu kurang lebih 2 jam itu berjalan dengan khidmatnya. Satu demi satu prosesi sudah dijalani, pengukuhan dan pembacaan SK sudah dilaksanakan, maka sudah resmilah mereka mendapatkan gelar oleh Majelis Penyimbang Adat Lampung. Acara selanjutnya adalah makan siang yang bertempatkan di rumah dinas Bupati. Ada salah satu pengunjung yang berasal dari luar negeri yaitu paulina, dia berasal dari Polandia. Mahasiswi pertukaran pelajar di Universitas Lampung ini berkesempatan hadir mengikuti acara ini. Dengan didampingi oleh dua orang temannya, Ferry dan Fitri, mereka mengikuti acara ini hingga selesai dan mereka meminta izin untuk wawancara dengan Bupati Tanggamus, Bp. Bambang Kurniawan, ST. wawancara pun dilakukan di rumah dinas mengenai Festival Teluk Semaka ini secara global dan  dilanjutkan makan siang bersama.
Para Pencak Khakot siap beraksi
Pukul 13.30 WIB, acara kedua akan segera dilaksanakan, Karnaval Budaya dengan tema The Heritage of Tanggamus Culture and Khakot Carnival. Di dalam karnaval ini ditampilkan beragam etnis dan budaya yang ada di tanggamus. Diawali oleh drumband yang keren banget dari Sekolah Umum Perikanan Menengah (SUPM) dengan atraksinya yang luar biasa, membuat pembukaan karnaval ini semakin meriah. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan 1000 orang penari pencak khakot. Pencak Khakot inilah yang menjadi icon dalam festival ini.
Pencak Khakot adalah tarian pencak yang bertujuan untuk pembuka jalan ketika ada rombongan atau iring-iringan tertentu agar perjalanan tidak mengalami hambatan. Misalnya ketika iring-iringan para pengantin adok yang berjalan dari rumah dinas Bupati akan menuju lokasi pengukuhan, maka penari pencak khakot berbaris di barisan paling depan sebagai barisan pembuka jalan dengan atraksi tari pencaknya. Begitu pula jika ada acara-acara yang lain yang sekiranya membutuhkan khakot demi lancarnya sebuah acara. Budaya pencak khakot inilah yang menjadi tema utama dalam festival ini, mengingat pencak khakot sudah berangsur-angsur menghilang dan hampir tidak ada generasi penerus. Maka dalam Festival ini, pencak khakot yang ada di Tanggamus ini kembali ditampilkan dengan 1000 orang peserta agar masyarakat pun tahu bahwasanya budaya pencak khakot ini masih ada dan perlu di lestarikan dan dikembangkan.
Drumband SUPM Tanggamus
Setelah penampilan drumband dan 1000 pencak, selanjutnya ada penampilan fashion show busana fantasi yang diperagakan oleh muli mekhanai kabupaten Tanggamus. Setelah itu penampilan bandrong, TTKDH, paguyuban sumatera barat, sumatera selatan, Sulawesi, barongsai, persatuan drumband Tanggamus tampil menghibur masyarakat Tanggamus dalam karnaval ini. Ribuan penonton memadati jalanan dan taman kota agung sebagai lokasi berjalannya acara karnaval ini. Semua penonton sangat terhibur dengan karnaval ini, cuaca yang panas terik tidak menghalangi mereka untuk menyaksikan acara ini. Bagaimana dengan para media social?? Woooww ternyata mereka sangat antusias dengan kameranya jeprat-jepret kesana kemari, yang berfoto-foto selfi pun gak ketinggalan, maklum karena ada lomba foto selfi juga yang diadakan oleh salah satu provider GSM ternama (Selamat buat Mbak Melly sebagai pemenangnya yaa heheee…dapet tablet cuyyyyy….)

Barongsai, Peserta Karnaval yang ikut serta
Karnaval budaya telah selesai, penonton mulai meninggalkan arena karnaval. Akupun kembali ke homestay bersama tamu-tamuku yang terhormat, para media social yang kucintai (cihuyy..). kami semua selonjoran kaki sambil rebahan. Betapa nikmatnya homestay yang sederhana ini untuk meluruskan kaki dari pegal-pegal setelah karnavall (hoaammm,, menguap lebarrr dan lupa menutup mulut..)

Hari ini acara tinggal satu lagi, acara puncak dengan bintang tamuu yang sudah gak asing lagi, Trio macan (dah ngomongnya biasa saja, gak perlu heboh kayak MC, hehee soalnya udah agak lelah). Pukul 19.30 WIB stelah makan malam, kami berjalan menuju Lapangan Merdeka untuk melihat acara puncak. Acara dibuka dengan tarian etnis kolosal, kemudian ada laser show (pertunjukan sinar laser yang memukau), pesta kembang api dan terakhir adalah penampilan Trio Macan yang menggoyang masyarakat tanggamus di lapangan merdeka malam itu. Meriah dan sukses adalah kata-kata yang pas diungkapkan dalam acara ini. Rangkaian acara yang berjalan lancar hingga malam puncak yang tenang tanpa huru-hara. Semua puas, begitupun aku…
Penampilan Trio Macan yang menghibur masyarakat Tanggamus
Saat kembali ke homestay, kutemukan para media social sudah rata antara kepala, badan dan kaki mereka sejajar di atas lantai. Rupanya mereka lelah sekali. Aku memandanginya satu persatu, ahh tidak ada yang sama, hehee,, namun terlihat jelas diwajah mereka rasa lelah yang begitu dalam seolah-olah aku bisa membaca fikiran mereka “besok akan kami taklukkan TNBBS, biarkan kami menutup mata kami sekarang, sudahlahh, kami akan tunjukkan bahwa besok tak ada lelah di antara kami, semangat- semangat….!!
Aku tersenyum sambil kumencari selah dimana aku bisa memposisikan badanku diatas lantai, aku juga ingin seperti mereka, namun apakah pikiranku juga sama seperti mereka? Mungkin pembaca sudah bisa menebak…
Bayangan mulai memudar, membaur dalam fikiran yang tak menentu… hingga lelap tak tertahankan lagi…. (bersambung)



4 komentar:

  1. Kemarin kayaknya salah sharing nih Mas Evan...Posting serial 2 belum di sharing di group kayaknya :)
    Jadi begitu lah ya, kelakuan blogger dan medsosm bekalung camera kemana-mana. Gayanya sudah ngalahin wartawan resmi yak hahaha..

    BalasHapus
  2. owalahhh hahaaa... iyaa yaa buu.... bu Saya jadi rajin menulis nihh gara-gara baca blog nya Bu Evi dan yang lain.. makasih yaa buuu

    BalasHapus
  3. Soal nasi uduk, jgn di ambil hati, mas hahahaha
    buat sy itu memang unik :D
    unik krn sampe rumah sy dimasakin nasi uduk lg sama ibu sy..hihi

    BalasHapus
  4. Hehehe yaa gaklah Mbak Melly,,, malahh bisa jadi cerita tersendiri kannn,,, gara-gara nasi uduk, tulisan Mbk Melly jadi headline kan di detik.com hahahaaa..... untung cuma 3 hari yaa Mbak Melly, kalau seminggu makan uduk terus,, apa kabar tuhhh hahahaa

    BalasHapus