I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."

Antara Aku, Festival Teluk Semaka VII dan Media Sosial (Part.3 / Habis)

Walaaa... This is it,,,, Temen-temen Alumni generasi pertama D'Semaka Tour 2014

Ahh,,, akhirnya Tulisanku yang ini sudah di bagian ke-3, mudah-mudahan dari tulisan awal sampai yang ketiga ini, teman-temaan sudah mengikutinya yaaa,, hehehe…

Dibagian ketiga ini adalah akhir dari perjalanan D’Semaka Tour dalam rangkaian Festival Teluk Semaka VII, masih bersama Elvan dan Media Sosial yang tidak henti-hentinya berekspresi baik dalam foto-foto ataupun kata-kata yang terungkap dalam canda tawa ataupun celetukan yang seru. Ahh… aku jadi kepikiran, kenapa D’Semaka Tour ini Cuma tiga hari, kenapa juga gak seminggu biar bisa buat novel dengan tulisan-tulisan yang beragam he he he…
Bangun pagi hari tepatnya hari minggu 02 November 2014 masih di homestay Bp. Marhasan Samba. Badan masih terasa pegal-pegal, rasa bermalas-malasan dan tengkurap di atas lantai masih enggan bagi peserta untuk bersih-bersih diri padahal ini sudah jam 07.30 WIB dan perjalanan akan dimulai pukul 08.00 WIB. “ Ayooo semua peserta harus bersiap-siap karena pukul 08.00 perjalanan akan dimulai ke TNBBS, silahkan mandi dan mengantri biar cepat yaa?” aku mengingatkan para peserta untuk segera siap-siap. Ahh,, agak tepat waktu juga ni peserta, meskipun molor beberapa menit, peserta pun sudah kumpul dan aku siap mengabsen satu-persatu (maklumlah tanggung jawab coyyy).
Kira-kira pukul 08.30 WIB, kami semua sudah mulai melakukan perjalanan menuju Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Masih ditemani oleh Dinas Perhubungan Tanggamus yang setia mendampingi Perjalanan kami (Terima kasih Pak Derius, Bang Leo dkk ). Selama dalam perjalanan, sambil mengisi kekosongan, aku memberi tantangan kepada peserta untuk bisa menjadi tour guide di Tanggamus, walhasil Indra Pradya berhasil menjadi tour guide yang yaaaahhh oke juga hehehee.. bingkisan berupa T Shirt sudah aku persiapkan, lumayan untuk kenang-kenangan dari panitia. Tour guide yang bakalan heboh seandainya ini terjadi (tutup mata pake tangan).
Raflessia Arnoldi
Berfoto ris di Patok Seket
Kurang lebih satu jam perjalanan, sambil menikmati indahnya perjalanan yang sesekali berhenti untuk berfoto, akhirnya sampailah kami di lokasi TNBBS. Meskipun suasana panas, namun terasa sejuk karena dikelilingi oleh banyak pepohonan yang besar namun rindang. Ahh lagi-lagi peserta sudah tidak tahan lagi untuk berfoto ria. Lanjut ke lokasi berikutnya adalah kearah patok seket (patok ke 50) dimana dilokasi itu tumbuh tanaman Rafflessia Arnoldi yang sangat terkenal dan fenomenal. Ohh iyaa aku juga ternyata baru tau (pemirsa..hehe) ternyata Raflessia Arnoldi itu bukanlah bunga bangkai seperti yang dikatakan banyak orang, yang dikatakan sebagai bunga bangkai itu adalah tumbuhan Amorphopallus, sejenis tumbuhan talas-talasan gitu, sedangkan Raflessia Arnoldi itu adalah sejenin umbi/bonggol seperti tumbuhan kol namun hidupnya menempel di akar liana. Bunganya lebar dan besar, butuh berbulan-bulan untuk mekar, dan mekarnya pun kurang lebih seminggu dan setelah itu layu dan menghitam.
Ketika sampai di lokasi, ternyata bunga Raflessia Arnoldi sudah mekar kurang lebih satu minggu. Meskipun warnanya sudah mulai menghitam namun bentuk bunganya masih terlihat dengan jelas. Para peserta pun tidak mau ketinggalan untuk mengabadikan moment ini. Di damping oleh petugas dari TNBBS, Bp Kirno, kami semua dijelaskan mengenai segala macam tentang TNBBS, mulai dari patok skeet yang terkenal dengan sebutan Rhyno Camp, kemudian mengenai tumbuh-tumbuhan besar yang ada disana. Dan setelah itu kami diajak untuk melihat tanaman kantung semar.
Tumbuhan Kantung Semar
Tumbuhan kantung semar (genus nephentes ) adalah sejenis tumbuhan karnivora yang tumbuh di hutan tropis. Tumbuhan yang merambat ini memiliki bentuk yang unik yaitu kantung. Dengan kantung inilah berbagai macam binatang serangga yang sudah terperangkap ke kantung ini akan terjebak dan tidak biasa keluar lagi. Inilah yang menjadi mangsa dari tumbuhan ini. Cukup unik sekali dengan tanaman ini. Kami pun dijelaskan secara jelas oleh pemandu dari TNBBS, Bp. Kirno. Selain itu, kami dikenalkan dengan tumbuhan akar merah, dimana dari akar ini kita bisa meminum airnya yang bening dan segar. Kami semua satu persatu mencicipi air dari akar merah ini.
Sudah 2 jam lebih kami berada di TNBBS, kami tidak bisa menjelajahi seluruh objek yang ada di TNBBS ini seperti bumi perkemahan, air terjun atau yang lainnya karena kami memiliki waktu yang terbatas. Mengingat ada beberapa peserta yang berasal dari luar Lampung yang akan segera kembali ke alamat masing-masing (mana hayoo coba tunjuk tangan yang dari luar lampung,, baguussss Bu EVi hehehe).
Acara berikutnya adalah menuju SUPM Kota Agung, sekolah Umum Perikanan Menengah, salah satu sekolah yang memiliki atraksi luar biasa ketika karnaval budaya di The heritage of Tanggamus carnival. Makan siang yang sudah dipersiapkan panitia kami nikmati di areal SUPM Kota Agung. Sekolah yang terletak di tepi pantai itu sungguh indah dengan pemandangan pantai dan lautnya yang indah. Selain itu, terdapat bangunan kelas yang menyerupai bentuk kapal laut yang besar. Kami semua bersantap siang di tempat itu sambil berfoto-foto ria yang merupakan aktivitas yang tidak boleh ditinggalkan.
Pemandangan Teluk Semaka yang  indah dari puncak sedayu
Rangkaian acara demi acara dari hari pertama hingga hari terakhir sudah hampir selesai. Terlihat jelas di mata para peserta rasa lelah yang mendalam, namun mereka semua senang. Ada rasa sesal dan sedih karena kami semua akan segera mengakhiri acara ini. Terbayang dibenakku satu persatu wajah dari peserta D’Semaka Tour ini. Ya Allah… entah kapan lagi akan bertemu dengan mereka. Mungkin tahun depan jika memang masih ada kesempatan. Insya Allah..
D’Semaka Tour yang pertama kali ini dilakukan memang memberikan dampak positif yang luar biasa. Mereka tidak hanya selesai sampai disini dalam menjalin siltaurahmi. Melalui facebook, Twitter ataupun dalam tulisan blog mereka yang luar biasa, kami masih bisa saling sharing dan tukar pendapat atau hanya sekedar say hi kepada mereka. Terima kasih atas partisipasi dari teman-teman semua. Kalian adalah alumni D’Semaka Tour generasi pertama yang akan mengukir sejarah untuk membantu promosi pariwisata di kabupaten Tanggamus ini.
Aku tersenyum, aku lihat arloji di tangan, sudah pukul 23.30 WIB malam ini, aku akhiri tulisanku yang ketiga ini dengan puas. Selesai sudah bagian ketiga sebagai penutup dari perjalanan D’Semaka Tour ini. Kutatap langit-langit kamar, bayangan lereng Tanggamus, makan yang kehujanan, waylalaan, karnaval budaya hingga TNBBS satu persatu berlalu dari benakku. Ahh… ternyata hanya mimpi nyata yang sudah berlalu… grokkk grokkkk grokkk…..(dengkur kelelahan mulai terdengar mengejar pagi).

Thanks to :
Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Tanggamus
Pemerintah Kabupaten Tanggamus
Dinas Perhubungan Tanggamus
Mas Yudi di Sidokaton Gisting
Pokdarwis Waylalaan
TNBBS
SUPM
Bp. Marhasan Samba (Homestay)
Alumni generasi pertama D'Semaka Tour 2014
Panitia Festival Teluk Semaka 2014
Dan semua pihak yang sudah membantu..


















8 komentar:

  1. Hukhuk..Penutup tulisannya bikin haru..
    Memang acara kemarin luar biasa Mas Elvan. Bukan hanya destinasi yang bikin kami exited (kalau itu mah kami sudah melihat yang lebih bagus di luar Tanggamus), namun semangat dari panitia yang di tengah berbagia kekurangam, melayani kami sebaik mungkin, seakrab mungkin...dan sepenuh hati mungkin..
    Jadi tahu gak, kami tidak sampai hati melayangkan kritik hahaha...

    BalasHapus
  2. Hehee,,,, makasih banyak yaa buu Evi,, kami pun dengan sekuat tenaga bagaimana melayani dan membuat agar teman-teman medsos tidak menyesal. padahal kamipun sebenrnya agak malu bu dengan pelayanan kami yang masih serba kekurangan,, apalagi ditambah mati lampu yang selalu bikin tidak nyaman... hehehee.... semoga teman-teman yang lain juga tidak pada menyesal yaa bu....

    BalasHapus
  3. Iya..ih, penutupnya bikin terharu ^^
    semoga ada waktu yg bisa mempertemukan team medsos tahun ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih yaa Mbak Melly.... agak alay sii yaa tapii yahhh namanya juga permainan bahasa dan kata-kata heheee

      Hapus
  4. Aahh kan jd kangeen keseruan festival teluk semaka, moga th depan bisa ikut lagi... Btw itu grok grok grok. Hadeeuh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehee.. insyaAllah tahun depan akan lebih seru lagi Mbak Nurul... semoaga tidak ada halangan yaaa.... teteap jaga silaturahmi yaa Mbak,, jadi pingin nerbitin buku juga kayak Mbak Nurul hehee

      Hapus
  5. Semua menunggu undangannya tahun depan hehehe... Tulisan bagus Mas Elvan, ikut terharu dan kangeennnnn sama semuanya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe lagi belajar nulis jugaa nihhh,,,, aku dapet referensi menulis yaa setelah baca blog-blog dari temen-temen medsos semua.. luar biasaaa...... sampai jumpa lagii yaaa....

      Hapus