I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."

KEMAH KONSERVASI DI TNBBS


Van besok kita ke TNBBS, ada undangan pembukaan kemah konservasi “Pak Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata, Bp. Marhasan Samba berkata kepadaku sore ini ketika aku mau pulang kantor. Hadehhh, padahal besok kan aku mau izin gak ngantor, tapi yasudahlah namanya juga perintah jadi aku harus mengikuti (garuk-garuk kepala). Meskipun aku kurang faham juga dengan istilah kemah konservasi itu apa. Hitung-hitung dapat pengetahuan lah sambil nyari bahan buat blog juga hehee.. Seneng juga siy sebenernya jalan-jalan ke TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan) itu, pemandangannya yang indah itu bikin betah lama-lama dalam perjalanannya.

Pagi-pagi berangkat bareng Pak Kabid, Samba. Kebetulan hari itu beliau lagi ada urusan di Bandar Lampung (asekk ada donator buat bensin mobil aku hahaaii). Acara mulai jam 08.00 WIB berdasarkan undangan siy,, ngebut bawa mobil demi mengejar waktu tapi ternyata gak kekejar juga. Setelah finger print di kantor, kami pun meluncur ke TNBBS bareng Pak Sigit juga. Ahaa.. aku lupa ngasih tau kalau ternyata Pak Sigit, Kasubbag Perencanaan juga ikut hadir di undangan ini. Jadilah kami bertiga berangkat bersama.
Pemandangan Teluk Semaka dari puncak Sedayu
Angin sepoi-sepoi terasa sejuk menerpa wajah ketika kaca mobil dibuka. Memang panorama selama perjalanan cukup mengagumkan, sawah kanan dan kiri terlihat hijau dengan background gunung Tanggamus yang biru terang. Beberapa kali melewati jembatan yang panjang dan besar diatas sungai-sungai dan salah satunya adalah sungai semaka. Sungai semaka ini berhulu di Lampung Barat dan berhilir di Tanggamus. Sungai ini sangat terkenal. Aliran sungai ini mengalir ke Teluk yang sampai sekarang dikenal dengan Teluk Semaka. Luar biasa indahnya perjalanan ini, hingga sampai di tanjakan sedayu yang tinggi, pemandangan menjadi semakin indah. Jeprat-jepret kameraku tak henti-hentinya mengarah pada panorama teluk semaka dari puncak sedayu. Tak terasa sampailah kami di TNBBS.
Disambut oleh petugas yang sedang jaga disana. Kami pun dibawa kearah lokasi bumi perkemahan (BumPer) dimana ditempat itulah dilaksanakannya Kemah Konservasi dan Lomba Lintas Alam. Kemah konservasi ini adalah kegiatan kemah yang bertujuan untuk mengembalikan alam ke aslinya dengan cara memelihara keutuhan lingkungan dan menanam kembali pohon sebagai pelestarian alam agar terjaga kembali keasliannya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh TNBBS dibawah program MDK (Model Desa Konservasi).
Pertunjukan bakat tari oleh peserta
Kegiatan Kemah konservasi ini diikuti oleh sekitar 35 tim yang berasal dari masyarakat umum, pelajar ataupun mahasiswa. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan yang diawali dengan pembukaan, pertunjukan seni dan pelepasan peserta lintas alam. Kemah konservasi ini dilaksanakan selama dua hari yaitu mulai tanggal 27-28 November. Pada hari pertama setelah pembukaan, seluruh peserta yang terdiri dari 35 tim/regu itu melakukan lomba lintas alam di TNBBS yang sudah ditunjuk oleh panitia. Dimalam harinya ada kegiatan lomba pidato bahasa lampung sebagai wujud pelestarian bahasa lampung agar tetap terjaga serta menumbuhkembangkan masyarakat untuk mendalami bahasa Lampung.
Dihari kedua ada program yang bagus sekali demi melestarikan dan menjaga keutuhan hutan yaitu penanaman pohon durian yang dilakukan oleh seluruh peserta kemah dan petugas dari TNBBS. kegiatan ini merupakan wujud nyata dari peserta kemah konservasi dalam pelestarian di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Mengapa harus pohon durian? Karena pohon durian ini bisa dimanfaatkan selain sebagai pohon besar yang bisa melindungi hutan, buahnya juga dapat dinikmati oleh masyarakat. Jadi tidak sekedar tanaman pelindung saja, namun bisa dimanfaatkan buahnya. Hmm… buah durian, siapa yang tidak suka? (Penulis tunjuk tangan, heheee gak suka duren)
Kutatap sekelilingku ketika aku bergerak pulang dari bumi perkemahan TNBBS itu. Kupandangi pemndangan indah dari puncak bukit, pohon-pohon besar berdiri kokoh dan tegap seolah-olah siap melindungi setiap bencana yang akan merusak keutuhan dari alam itu. Ahh,, seandainya aku bisa berdialog dengan pohon-pohon itu…..
Bapak Marhasan Samba (Kabid Pariwisata Tanggamus) melepas peserta lintas alam
Hasil Kerajinan karya masyarakat sebagai bentuk pemanfaatan limbah
Tengkorak binatang yang masih terjaga keutuhannya
Tenda-tenda yang berwarna-warni
Lebatnya pohon-pohon di hutan TNBBS



2 komentar:

  1. Wah seru ya, jadi pengen kemah :D

    BalasHapus
  2. Seruuu mbk,,, apalagi waktu mereka jelajah bukit barisan... katanya trek-treknya menantang adrenalin

    BalasHapus