I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."

BATU LAYAR GIGI HIU


 
Pernah mendengar Batu Layar Gigi Hiu?
Agak serem juga si awalnya ketika mendengar kata-kata Gigi Hiu, namun ketika kita melihat aslinya, maka kita akan takjub dan heran dengan keindahan tempat ini.
Batu Layar Gigi Hiu adalah salah satu objek wisata unggulan di kabupaten Tanggamus, Lampung. Pada awalnya adalah hanya Batu Layar saja sebutannya karena masyarakat sekitar memang menyebutnya seperti itu. Sekumpulan batu-batu karang yang besar di tepi pantai desa susuk kecamatan Kelumbayan Tanggamus. Namun ketika salah satu fotografer handal Lampung, Budi Martha Utama memposting hasil jepretannya dan memberinya nama Gigi Hiu, tempat ini makin ramai dibicarakan dengan nama Gigi Hiu. Maka jadilah sekarang terkenal dengan Batu Layar Gigi Hiu.
Batu-batunya sungguh tajam, runcing dan besar. Salah satu bentuk batunya sangatlah lebar dan besar menyerupai layar sebuah perahu layar. Akses menuju tempat ini cukup menantang dan sangat membuat jantung deg-degan. Namun itulah sebuah usaha yang harus dilakukan oleh para pengunjung untuk dapat sampai di lokasi ini. Dengan mengendarai sepeda motor atau ojek, Batu Layar Gigi Hiu dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 25menit saja dari pekon / Desa Susuk Kecamatan Kelumbayan. Pemandangan perbukitan di kanan dan kiri jalan membuat mata semakin segar dan tak bosan memandang. Para pengendara motorpun harus memiliki keahlian dalam membawa motornya agar tidak terpeleset.
Sesampainya di lokasi, kita tidak langsung tiba di Batu Layar Gigi hiu, butuh kurang lebih 10-15menit berjalan kaki untuk sampai lokasi. Panorama alami saat berjalan ditepian pantai membuat kita sesaat berhenti untuk mengabadikannya lewat kamera. Sungguh indah...
Gugusan batu - batu karang Batu Layar Gigi Hiu memang luar biasa indahnya, pantaslah jika tempat ini disebut dengan surganya para Fotografer. Memang jika dilihat dari sudut manapun pasti akan menghasilkan objek gambar yang sangat bagus. Menurut para pemandu sekitar, hampir tiap minggu bahkan tiap hari selalu ada pengunjung yang datang sampai mereka rela mendirikan tenda untuk bermalam di tempat ini.
Mau berkunjung ke Batu Layar Gigi Hiu?

AIR TERJUN LEMBAH PELANGI


Air Terjunnya 3 tingkat... wowww....
Lembah Pelangi??
Sedikit mengernyitkan dahi ketika mendengar kata Lembah Pelangi. Apa iya memang disitu tempat bisa melihat pelangi ataukah memang selalu ada pelangi setiap saat di lembah itu?
Jadi begini ceritanya
Suatu ketika kawanku Edi Irawan yang bertugas di Kecamatan Ulu Belu Kabupaten Tanggamus pernah bilang kalau di daerahnya sana terdapat air terjun bertingkat yang cukup indah. Awalnya aku agak sedikit merasa agak ragu mau kesana karena berdasarkan cerita dari orang-orang, menuju ke arah ulu belu itu cukup mendebarkan karena akan melalui hutan-hutan dan jalannya rusak apalagi kalau habis hujan, hmm siap-siap aja bakal dorong kendaraan. Makanya aku berfikir, ahhhh nanti-nanti sajalah mau berkunjung kesana (bilang aja alasannya belom ada waktu, hehehe)
Nah beberapa waktu lalu setelah apel di kantor, salah satu Kasi di bidang Pariwisata di kantorku (Disbudparpora Tanggamus) Mbak Arga Mei Lestari berkata kalau besok kita akan ke Ulu Belu untuk melakukan tinjauan air terjun disana. Degg...!!! langsung hatiku  kaget, walahhh... tapi ya sudahlah berangkat saja.
Perjalanan k Ulu Belu ternyata tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya. Ternyata jalannya sudah bagus dan sangat menyenangkan karena pemandangannya kereen. Ibarat kalo di Jawa itu seperti di Dieng. Mantab dahh.... Selama kurang lebih dua jam kami pun sampai di Desa Sukamaju setelah sebelumnya kami mampir.dan makan siang dulu di danau air panas hijau. Airnya memang hijau dan tenang sekali, letaknya pun di pinggir jalan.
Desa Sukamaju adalah desa dimana kami berhenti untuk bertemu Kepala Desa untuk meminta izin dan diantar ke Lokasi Air Terjun Lembah Pelangi. Desanya yg indah, sejuk dan asri membuat kami berfikir bahwa kerukunan antar warga di desa ini cukup kuat.
Dengan menaiki mobil menuju lokasi air terjun, kami berangkat menuju perkebunan kopi warga yang luas sekali, krna memang mayoritas aktivitas penduduk di UluBelu ini adalah petani kopi. Kopinya pun lebat dan besar-besar. Setelah berfoto-foto ria di kebun itu, perjalanan menuju air terjun pun dimulai. Inilah dia petualangan yang melelahkan namun seru.
Lokasi air terjun memang terletak jauh dibawah perbukitan kopi. Menuruni bukit pun kami harus pelan-pelan sekali karena jalan setapak dan terdapat jurang di sisi jalan. Kurang lebih 30 menit menuruni bukit dan pada akhirnya... wowwww pemandangan luar biasa membuat kami semua melotot melihat indahnya air terjun Lembah Pelangi. Namun biasan pelangi kala itu tidak bisa kami lihat karena posisi matahari tidak sedang tepat diatas kepala kami. Namun itu tidak jadi masalah yang penting Air Terjun ini sudah membuat kami semua bahagia dan puas dengan mengunjunginya. Good Job team...
Berhenti sejenak di danau air panas

Buah Kopi Yang Lebat

Sambil menuruni bukit, pose dulu.... cheerss...

Pemandangan perbukitan yang hijau

Bagaimana menurutmu setelah melihat ini?

Makan siang di dekat air terjun? Mau...

Pemandangan Gunung Tanggamus sore hari...
Santai dulu,,, huuu dinginnn

MARGO TIRTO, Kampung Air di Kaki Gunung Tanggamus



Begitu sejuk dan dingin...
Bening, Sejuk dan Segar… itulah ekspresi ketika mengunjungi Dam Margo Tirto di Gisting, Tanggamus. Belum banyak orang yang mengetahui akan Dam ini. Dam yang berarti bendungan ini adalah tempat dibendungnya air sehingga membentuk suatu danau buatan. Nah, Dam Margo Tirto ini adalah kumpulan dari air gunung Tanggamus yang sebenarnya air yang digunakan untuk kebutuhan masyarakat melalui paralon-paralon yang dialirkan dari rumah ke rumah. Sebelumnya memang sudah ada bendungan peninggalan zaman Belanda di atas Dam ini, namun ukurannya tidak begitu besar. Aliran dari bendungan inilah yang kemudian dibendung oleh masyarakat dengan ukuran lebih besar, maka terbentuklah Dam Margo Tirto ini.

Dam ini khusus untuk anak-anak
Dam yang pada awalnya bertujuan untuk menyelamatkan air ini berukuran 110 meter x 23 meter tidak begitu dalam. Kedalammnya beragam, sekitar 50 cm– 150 cm, sehingga untuk berenang pun cukup aman. Dengan dilengkapi dengan penyewaan ban dalam bekas dan permainan sepeda air yang berbentuk hewan-hewan yang lucu, seperti bebek, naga ataupun kuda laut. Biayaanya pun cukup murah, hanya Rp. 3000,- untuk anak-anak dan Rp. 5000,- untuk orang dewasa. Setiap hari banyak sekali pengunjung yang datang di dam ini, terutama anak-anak sekolah yang pulang dari sekolah. Hitung-hitung bisa menghilangkan kepenatan setelah mengikuti aktivitas sekolah, jadi dam ini sangat cocok sebagai tempat refreshing.
Begitu bening, begitu bersih...
Di akhir pekan pun pengunjung bisa lebih ramai dari hari biasanya. Banyak para orang tua yang mengajak anak-anaknya bermain di dam ini. Anak-anak pun merasa sangat senang. Sambil menunggu anak-anaknya bermain-main air, para orang tua bisa bersantai sambil menikmati jajanan yang banyak dijual disekitaran dam itu. Ini sungguh menjadi lading baru bagi masyarakat sekitar untuk memanfaatkan peluang dalam mencari rezeki.
Saat ini Dam Margo Tirto ini sedang dalam tahap pembenahan untuk menjadi lebih baik. Mengingat akan Dam ini yang baru dibuka untuk wisata umum pada tanggal 10 Oktober 2014, tentunya masih banyak sekali segala sesuatu yang akan dibangun ataupun dibenahi. Misalnya saja pembangunan gazebo-gazebo sebagai tempat duduk-duduk santai bagi para orang tua yang sedang menunggu anak-anaknya bermain. Selain itu juga akan diadakan pembenahan para pedagang yang akan ditata lebih rapi lagi.
Dengan adanya Dam Margo Tirto ini maka akan menambah destinasi-destinasi wisata yang ada di Kabupaten Tanggamus ini. Dan sebagai warga Tanggamus kita harus menjaga tempat wisata ini agar tetap terjaga dengan baik.

Pintu Masuk Kampung Air Margo Tirto
Dam yang sebelah kanan lebih dangkal, cocok buat anak-anak

Sambil naik bebek-bebek ini,, begitu asik mengelilingi Dam Margo Tirto

Di sore hari banyak anak sekolah berkunjung setelah pulang sekolah

Ini adalah Dam peninggalan belanda, berada di sisi atas Dam Margo Tirto

Tidak kalah asik dengan mandi di kolam renang,, di Dam lebih seruu..

2015 WISH...

Toettttt.... Toeeeeettttt.....
Jedarrrrrr... jederrrrrr.......
Bunyi terompet dan petasan kembang api menghiasi suasana malam tahun baru 2015. Ahhh sudah satu tahun ternyata 2014 sudah berlalu... Banyak kenangan indah yang tak akan terlupakan. Mulai dari kenangan pribadi, keluarga, kantor ataupun yang lainnya yang satu persatu sudah terlewati dengan suasana hati yang berbeda.
Tahun 2014 berakhir dengan suasana hati yang aku sebut dengan The Vijay... sebuah ungkapan yang antah barantah aku menyebutnya. Dan kini awal tahun pun kata itu masih menyimpan sebuah makna yang kadang kalau dirasa itu bisa senang, sedih atau cuma bengong saja menghadapinya. mudah-mudahan ada kata lain yang bisa menggantikan kata itu biar tidak selalu bergantung dalam langit hati dan pikiran yang membuat aku jadi stress.
Tahun 2015 banyak hal-hal positif yang harus aku kerjakan dengan baik. Harapan dan doa tetap mengalir dalam setiap untaian kata-kata yang setiap saat selalu aku ucapkan. Kerja lebih bersemangat itu yang paling penting. kalau dibilang jauh memang sangatlah jauh aku bekerja. Antara Bandar Lampung ke Tanggamus itu setidaknya membutuhkan waktu 2,5 jam. itu aku lakukan setiap hari pulang dan pergi. Capek.. iyaa memang capek tapi harus gimana lagi? mengeluh setiap saat pun tak kan ada guna lagi... biarlah berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,,,
Ingin lebih baik pastinya harapan setiap orang. Ego yang tinggi mampu terkalahkan oleh sikap hati yang rendah dan ikhlas dalam menghadapi sesuatu. Emosional pasti selalu ada dalam setiap diri manusia.
Ikhlas,, kata yang sangat mudah diucapkan namun pada kenyataannya sangat sulit untuk diterapkan. Ilmu ini yang aku selalu gagal dalam mempelajarinya. Sangat susah sekali memiliki ilmu ini. Bantu aku Tuhan,, meskipun tidak menguasai semua ilmu ini, setidaknya ada sedikit yang tertanam dalam hatiku.
Masih banyak harapan yang akan aku kerjakan di tahun 2015 ini. Target menulis artikel blog yang semakin membaik, membuat novel tentang pariwisata Tanggamus dan masih banyak lagi.
Satu persatu akan aku kerjakan. Ungkapan hati dalam untaian kata ini hanyalah sebagian kecil dari resolusi ku untuk meraih masa depan yang indah.
Kabulkan.. kabulkann.. Kabulkannn.... 

Akan kutulis lagi dalam artikel selanjutnya tatkala aku merasa diriku sudah memiliki pertambahan semnagat yang kini mulai kendor.. namun target harus tercapai... spiritt.....