I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."

ADA YANG BERBEDA DENGAN FESTIVAL TELUK SEMAKA VIII (Bagian 1)





 
Siap bertualang di D Semaka Tour VIII
Hahh… Medos lagi??
Siapa takut…!
Itulah yang terucap setelah rapat  persiapan Festival Teluk Semaka ke-8 digelar 21 November 2015 lalu. Aku memang identik dengan media social karna mungkin aku selalu posting lewat akun-akun media sosialku yang memang gak banyak si tapi setidaknya aku selalu aktif untuk sharing info. Ada banyak cibiran-cibiran dari panitia lain yang bilang begini, “Elvan mah enak, tugasnya ngurusin medsos dan jalan-jalan aja,”..

“Helow… upss pliss plisss (sambil jari telunjukku aku dekatkan ke mulutnya),,hussshhhh,, jangan berfikir mengurusi medsos adalah pekerjaan yang mudah. Coba fikirkan (aku menatap matanya lama sekali menunggu matanya berkedip, dan ketika matanya berkedip hatiku berteriak, Yess aku menang, dia ngedip duluan) Medsos itu adalah salah satu bagian terpenting dalam promosi sebuah kegiatan ataupun acara. Ketika acara itu dinilai mereka kurang bagus atau misalnya saja panitia yang kurang ramah ataupun juga telat makan misalnya dan mereka update status di akun social mereka, maka ribuan follower mereka akan tau kejelekan kita. Itu jika satu orang media social yang update, bagaimana kalau yang kita undang ada 20 orang lebih dan mereka memiliki lebih dari dua akun media social. Yuhuuu siap-siap saja acara kita bakalan dicap buruk dimata dunia,, GELEGARRR (tiba-tiba suara petir bergemuruh kencang).
Festival Teluk Semaka VIII 2015,, keceee
Tibalah hari dimana aku harus bekerja keras untuk menyeleksi para peserta media social yang terdiri dari para blogger, fotografer , journalist dan pemegang akun media social aktif. Dibantu oleh pemegang akun @keliling lampung, Mas Yopie Pangkey kami berusaha menyeleksi peserta  yang benar-benar bisa bertanggung jawab dengan promosi acara. Memang yang berniat untuk ikut luar biasa banyaknya, ada yang akun FB, Twitter, Instagram, via telfon ataupun lewat akun  BBM.. (akun BBM? Hmmm…) namun tidak semua bisa ikut berpartisipasi. Sebenarnya bangga juga si banyak yang mau ikut, artinya acara Festival Teluk Semaka ini jadi semakin dikenal. 
Ada yang berbeda dengan konsep dan tujuan dari Tour D’Semaka kali ini, dari peserta tour, waktu, penginapan dan daerah tujuan. Konsep ini memang sudah kami rapatkan dengan panitia dan perwakilan dari medsos itu sendiri yaitu Mas Yopie Pangkey, si pemilik @Keliling Lampung. Memang ini adalah kali kedua Tour D Semaka ini diadakan setelah tahun lalu sukses meliput 1200 Pencak Khakot yang spektakuler di Festival Teluk Semaka ke-7. Melihat peserta tour yang sangat antusias, maka tahun ini dilanjutkanlah kembali Tour D’ Semaka, season 2.

Gayanya si Dewi Sandra, ehhh Katerina ding...
Berbicara tentang peserta tour kali kita memang tidak bisa terlepas dari beberpa blogger dan fotografer handal yang sebelumnya sudah ikut berpartisipasi. Sebut saja seperti Ibu Evi Indrawanto, si emak blogger yang super aktif menulis artikel di blognya. Kemudian ada juga Mbak Donna Imelda yang kocak dan riang gembira selalu ini. Serasa gak ada beban memang kalau liat Mbak Donna ini. Ada juga Mas Halim Santoso, yang sampai saat ini aku belum tau persis tentang identitasnya. Sebenarnya dia ini China atau Jawa, ataukah perpaduan antara keduanya? Ataukah dia Hitachi alias hitam tapi china? Hmm tapi gak juga siy,, yaudahlah yang penting dia ini blogger yang keren dan patut diacungi jempol. Ada juga blogger handal yang tahun kemaren bisa ikut namun kali ini belum bisa ikut lagi yaitu mbk Melly Feyadin, si mungil murah senyum dan Mbak Nurul Noe yang selalu mesra dengan suami tercintanya (cieeeee). Namun jangan sedih karena tahun ini ada dua blogger pendatang baru yang posisinya patut disejajarkan dengan Ibu Evi dan Mbak Dona ataupun sekelasnya, yaitu Mbak Katerina yang mirip banget dengan bintang film Air Mata Surga, Dewi Sandra dan seorang blogger lagi dari Palembang yang diam-diam menghanyutkan. Orangnya si pendiem, tapi tulisannya yang mewakili sifat diam nya, detil dan penuh ide, Mas Haryadi Yansyah. Selain para blogger handal yang notabene dari luar Lampung ini, ada juga yang blogger dan fotografer handal yang berasal dari Lampung sendiri. Sebut saja Mas Yopie Pangkey yang setiap jepretannya itu gak pernah ada nilai C atau D namun selalu A, Indra Pradya (artis dan MC kondang Lampung yang kocak dan menghibur, Fajrin Herris si penjual kaos Keliling Lampung yang selalu berkeliling menjajakan kaos kece nya disetiap kesempatan (hadehh beli juga gue akhirnya, sekaligus beli tiga broo.. huhu), Rizky Anugerah yang punya @infolampung dan ada juga beberapa teman jurnalis dari Tanggamus yang turut serta, seperti Mario (Radar Tanggamus), Darwin (Lampung Newspaper), Yusuf (Kupas Tuntas), Odok (Editor) dan Yogi (Trans Lampung). Selain mereka, ikut juga peserta dari Pringsewu yang notabene kawannya Gito, salah satu staff bidang pariwisata yaitu Agung dan Danu.
Sambil Tour, sambil endorse keliling lampung, boleh lahhh
Sebelum berangkat, aku sudah mewanti-wanti para peserta untuk tidak telat atau terlalu lama. Aku tidak mau kalau peserta tidak disiplin (hahahaha, gegayaan..) aku sudah mengadakan pertemuan pada malam harinya untuk menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan tour sambil membagikan atribut peserta (ID card, Tshirt, Goodie bag, Flyer, Stiker dan Syal). Lumayanlah, setidaknya tahun ini ada kenang-kenangan yang bisa dikenang.
Jam 7.15 WIB semua peserta sudah nyaris siap dan kumpul di halaman penginapan. Ohh iya lupa ngasih info kalau tahun ini peserta minep di Penginapan Pelangi, horeee (prokk..prokkk) tidak seperti tahun kemaren yang lebih dari 30 peserta tumpah ruah jadi satu ngampar-ngampar di rumah Pak Marhasan Samba, Kepala Bidang Pariwisata Tanggamus sampai-sampai sudah tidak berbentuk rumah lagi rasanya, so full and so padet. Entah bagaimana perasaan Pak Samba ketika semua peserta sudah meninggalkan rumahnya (tepok jidat).
Destinasi pertama yang akan kami kunjungi adalah Danau Hijau Ulubelu yang terdapat di Pekon Sukamaju. Perjalanan yang membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam ini memang menyenangkan. Pemandangan menuju kecamatan Ulu Belu memang indah dengan kultur perbukitan yang sejuk dan asri dengan panorama gunung Tanggamus yang begitu kokoh dan megah. Sesekali kami berhenti untuk mengambil spot foto di atas perbukitan. Dalam perjalanan kami melihat kerumunan orang berhenti, kami sempat mengira bahwa mereka sedang berfoto dengan latar belakang gunung Tanggamus, namun setelah kami mendekatinya ternyata ada kecelakaan mobil yang terperosok ke dalam jurang. Memang pemandangan yang indah ini bisa membahayakan jika kita tidak berhati-hati. Jurang siap menanti.. (weww)
Danau Hijau Ulu Bulu dari atas bukit
Tanpa sadar kami sudah sampai di lokasi yang menjadi tujuan pertama kami, Danau Hijau Ulu Belu. Takjub dengan hijaunya danau yang memukau, kami pun langsung jeprat jepret dari berbagai sudut, selfi dan groovie pun tidak bisa dihindarkan lagi. Tak ingin melewatkan kesempatan yang jarang sekali terjadi ini, para peserta pun sampai ada yang berkeliling danau dengan menggunakan rakit. Sempat terjadi insiden yang hampir menenggelamkan rakit karena kelebihan muatan yang pada akhirnya yang waras ngalah. Beberapa peserta turun dari rakit dan hanya menatap lajunya rakit ke seberang danau hingga angin pun bertiup sepoi-sepoi (gak nyambung).
Puas berkeliling Danau Hijau Ulu Belu, kami melanjutkan perjalanan menuju sebuah tempat di bukit Pagar Alam yang sebelumnya kami tidak pernah tahu akan tempat ini. Dengan dipandu oleh Bapak Sekretaris Desa, Bapak Adi dan Pak Paino selaku Kepala Sekolah di salah satu sekolah disana, kami pun kembali bertualang mendaki dan menuruni bukit dan tidak berapa lama kami pun sampai di lokasi itu, Kawah Bukit Pagar Alam. Aroma belerang sudah mulai tercium ketika kami sampai di tepian kawah. Banyak asap belerang mulai keluar dari rongga-rongga bebatuan yang mendidih. Air belerang yang berwarna putih mendidih mengalir ke celah-celah bebatuan belerang. Panas dan beraroma kurang sedap.
Di Kawah bukit Pagar Alam
“Ayo yang bawa telor bisa direbus disini selama 5 menit”, seru Pak Adi menawarkan rebus telur yang sama sekali tidak kami siapkan sebelumnya.
“Wahh telor apaan Pak,” Tanya seorang peserta sambil memegang kamera dan memotret kawah.
“Ya telor apa aja, yang penting telor..”ujarnya sambil tersenyum.
Sepertinya Bapak ini Baper karena laper bawaan perut deh ,”celetuk Indra, yang sebenarnya dia emang sudah lapar.
Memang waktu sudah menunjukkan pukul 12.15 WIB, terik matahari yang membakar kulit ditambah hawa panas kawah memang membuat perut lapar dan haus. Selesai jeprat-jepret kawah, kami pun melanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Sekretaris Desa yang kebetulan tempat persinggahan makan siang. Terbayang sudah di benak peserta akan hidangan makan siang yang lezat, ikan bakar, sayur asam, sambal pedas dan lalapan yang segar dari kebun disekeliling rumah dan nikmatnya es jeruk yang membasahi kerongkongan (sudah seperti warteg saja bayangan peserta).
Action ala panitia,, hehehe
Dengan melewati kembali jalan berbukit-bukit dengan tanaman kopi di kanan dan kiri jalan, kami sungguh menikmati desa Sukamaju yang sejuk ini. Rumah, rumah penduduk yang sederhana dan asri tertata rapi di kanan kiri jalan. Banyak anak-anak kecil bermain dan berlarian di halaman beberapa rumah, seolah-olah tidak merasakan teriknya matahari. Yahh,,, begitulah masa kecil, kata orang masa kecil adalah masa terindah yang tidak akan terulang lagi (hmm emang kalau masa tua bisa diulang dan di replay berkali-kali, ada-ada saja..)
Benar saja apa yang dibayangkan, santap siang yang menggiurkan seperti Ikan lele goreng, sambal terasi, sayur asam, rebus daun bayam segar, tempe goreng, kerupuk dan lalapan lain sudah menunggu disantap. Para peserta duduk terdiam sambil menunggu waktu kapan makan akan dimulai. Tatakala Pak Adi mulai mempersilahkan makan,, pelan-pelan namun pasti peserta mulai berebut dengan sopan (berebut dengan sopan?? Hmm).
“Rasa bayamnya seger banget dan manis,”kata Ibu Evi Indrawanto (Es teh kali ya seger manis). Memang benar rasa bayamnya segar dan hijau. Tak elak lagi Ibu Evi pun langsung diam membisu dengan bayam-bayam rebus itu di sudut pintu. Bagaimana dengan peserta yang lain? Hmm hampir sama dengan Ibu Evi juga sepertinya, hanyut dalam bayam-bayam rebus nan segar itu.
Sebelum melanjutkan ke acara selanjutnya, kopi hitam khas ulu belu dan gorengan pun dihidangkan. Wahh perut sepertinya sudah tak ada selah lagi untuk menampung makanan itu. Memang ulu belu sudah terkenal dengan kopi khas nya, apalagi kopi lanang Ulu Belu yang sudah dikenal itu. Seruput demi seruput perlahan-lahan kopi dalam gelas pun mulai berkurang. Nikmat terasa…
Begitu dekat, begitu nyata... Air Terjun Lembah Pelangi
Pukul 13.15 semua sudah siap dengan petualangan yang terakhir, Air Terjun Lembah Pelangi. Jarak Air terjun dari rumah Pak Adi ditempuh kurang lebih 10 menit saja. Dapat ditempuh dengan menggunakan motor ataupun mobil. Plang sederhana tentang petunjuk arah air terjun sudah tertulis di pinggir jalan perkebunan kopi. Terbayang sudah air terjun yang akan dicapai dengan melewati perkebunan kopi.
Perlahan-lahan jejak kaki mulai melangkah menuruni bukit, menurut Pak Adi selaku pemandu wisata kami jarak tempuh ke air terjun Cuma 200 meter (waww 200 ratus meter kata orang yang di kampong mah kayak dua kilo bro…) jauhh dan menurun. Tangan-tangan mulai berpegangan pada dahan-dahan pohon kopi dan pohon apapun yang bisa dijamah, sampai rumput pun jadi pegangan. Luar biasa memang,, namun begitulah perjuangan yang harus ditempuh untuk melihat syurga dunia.
wahh gak kebayang kalau pas pulangnya nanti yaa, naiknya lebih capek ,” kata Fajrin sambil ngos-ngosan
Udah gak usah fikirin pulangnya jrin,” kataku.” Yang penting sampe dulu baru mikir pulangnya.”
Cheeers....!!! cheerleader kale yaa...
Sebenrnya aku juga dah gak kuat, tapi gengsi dong masak coordinator tour capek, bila perlu gak usah kelihatan capek, langsung aja pingsan. Seperti halnya Ibu Evi yang sudah tidak kuat lagi menuruni bukit (kebiasaan emang Ibu Evi ini, dulu naik gunung Tanggamus juga gak nyampe, hahaha map bu..). Yaa maklumlah beliau kan senior jadi wajar kalau harus beristirahat di bawah pohon bersama mbak Donna. Hahh.. Mbak Donna juga?? Eayalahhh jann…..
Tinggalkan saja Ibu Evi dan Mbak Donna yang memang sudah lelah dan tidak boleh dipaksa di bawah pohon, kami melanjutkan menuruni bukit menuju air terjun. Hanya seorang wanita yang kuat menuruni bukit itu, Mbak Ketring eh Katerina maksudku,,, yaa blogger satu ini memang tangguh diterjang badai sekalipun. Mungkin karena suka makan di ketring kali yaa, maklumlah wajar saja.. dan pada akhirnya kami sampai di air terjun, Lembah Pelangi. Wowwww….
Suasana begitu tenang, air yang jatuh dari ketinggaian 50 meter membuat percikan dan alunan suara air yang indah bak music alam yang tiada henti. Meskipun suasana panas namun tetap dingin dan sejuk dibawah rintikan air terjun. Ada yang langsung mandi, ada yang duduk kelelahan dan ada pula yang gak berhenti jeprat-jepret air terjun. Memang luar biasa Air terjun Lembah Pelangi ini. Hmm Pelangi? Mana pelanginya?
Kami mencari dimana latak pelangi yang identik dengan nama air terjun ini. Dan pada akhirnya, kami bisa melihat pelangi di bawah jatuhnya air terjun. Pantulan cahaya matahari ke bawah air terjun yang kemudian memantulkan warna-warna pelangi itulah yang di sebut dengan Air Terjun Lembah Pelangi, karena letaknya pun di sebuah lembah. Terjawab sudah akhirnya asal pelangi itu dan memang benar-benar ada warna-warna pelangi yang indah dan terang. 
Amazing rainbow... indah sekali pelanginya..
Dua jam sudah kami menghabiskan waktu bersenang-senang di air terjun lembah pelangi. Puas dan lelah rasanya. Tak terbayangkan lagi bagaimana kami akan mendaki bukit lagi untuk mencapai atas bukit. Kaki perlahan-lahan menaiki bukit dengan peluh membasahi sekujur tubuh. Mas Yopie Pangkey sudah senin-kamis saja nafasnya, begitu juga aku dengan yang lainnya. Hanya encip saja dan Rizki yang masih terlihat gagah menaiki bukit. kami merasa tujuan trip terakhir ini memang menantang. Lebih menantang dari lokasi sebelumnya. Itulah mengapa aku sengaja menjadikan lokasi ini jadi tujuan terkahir karena jika kesini duluan, makan lokasi yang lain akan lebih berasa lelahnya.
Aku tersenyum puas melihat para peserta tour merasa senang meskipun lelah begitu terasa. Ahh.. terima kasih ya Allah… hari ini begitu indah seperti yang kuharapkan. Terbayang sudah akan tulisan-tulisan cantik dan kreatif dari para blogger ini akan menambah informasi tentang destinasi wisata yang ada di Tanggamus. Biarlah mereka berkreasi dengan rangkaian kata-kata indahnya untuk melukiskan keindahan hari ini. Aku tersenyum lagi hingga tanpa kusadari daun-daun kopi tertunduk malu sendiri melihatku yang tersenyum tanpa mereka kerahui. Ahh cuek sajalah….
Ada yang aneh dalam foto ini? hmmm

(Bersambung…..)



17 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Hahaha, aku sukaaaa, aku sukaaaaaa tulisannya. Kocak, humornya kena. Cuma satu yg gue nggak suka, kenapa yang waras yang ngalah naik rakit? Maksudnya yang di rakit yang nggak waras? Hahahaha.
    Btw, FTS kali ini memang jauh lebih baik, makasih mas elvan dkk utk hospitality-nya. Cuma kurang lama dan kurang banyak obyek jalan2nya. Tahun depan obyeknya yang lebih cetar membahenol ya mas. Sukses untukmu dan Tanggamus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Donna,, hahahaa pada intinya yaa semua waras lahh yaa.... makasiy mbak donna semoga tahun depan bisa lebih baik lagi.... tahun depan temanya pantai yaaa...

      Hapus
  3. Ngga seruu Ngga seruu, soalnya aku ngga ikut. wkwkwk. ini mah aku iri :v Bang Elvan, next FTS aku mau ikut yaaaah, hiks.. kangeen keseruan tip medsos bareng Hanung KW :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaa.... tahun depan dedeknya diajak aja yaa mbak nurul,,, ayahnya aja nanti yang jagain anaknya heehehe... okeyy ditunggu next time

      Hapus
  4. Jadi Bu Evi duduk diam-diam di belakang pintu sambil mengunyah bayam hijau rwbus yang crunchies itu ya? Baik lah! Tapi kok Kak Elvan lupa aku minta ikan kepadamu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha... iyaa juga yaa bu... sudahlahh anggap saja gak pernah terjadi hihiii

      Hapus
  5. Bang Elvan. Gini...
    1. Kapan-kapan kita lomba main tatapan ya, yang ngedip duluan, traktir duren segerobak (trus aku inget nggak suka duren)
    2. "seorang blogger lagi dari Palembang yang diam-diam menghanyutkan. Orangnya si pendiem..." ini harus diluruskan. Aku itu pendiem kalo berada di sebelah cewek cakep aja. -pantes aku jomblo #eh. Tidurpun aku suka ngoceh sendiri, hmm Halim, tolong segera konfirmasi hahaha.
    3. Tolong sampaikan ke Bu Adi eh maksudnya istri pak adi, gimana caranya bisa merebus daun singkong sedemikian lembut dan enaknya itu. Nganu, resep sambelnya juga sekalian.
    4. Aku gak terima dengan kalimat ini "Hanya encip saja dan Rizki yang masih terlihat gagah menaiki bukit" kalo Encip ya mungkin ya, secara titisan gadis Thailand hahaha. Kalo Kiki mah... coba liat videonya Encip pas teriak "Komandoo... komandooo" itu mah bukan lagi Senin-Kamis napasnya kayak om Yopie, tapi Pagi Sore (eh bukan promo rumah makan padang), dan begitu sampe atas, Kiki udah ngedepor aja gitu di tanah sambil ngapnya hahaha *langsung dipelototin kiki*
    5. Mana film yang katanya akan tayang tahun ini? hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik lahh aku balas satu persatu yaa mas yayan hahaha
      1. lomba main mata akan kita agendakan tahun depan yaa
      2. owhhh jadi sebenrnya orang gacor yaa mas,,, wahh habisnya diem aja sii mas kemaren, di samping Halim juga diem ajaa wkwkwk
      3. resep daun singkong dan sambel,, hmmm nti aku bahas di segmen berikutnya yahhh
      4. owww yaa hahahaha wahh rizky menipuuu yaa sok sok kuat ajaa yaa dia itu,,, hadohhh
      5. filmnya kan akan selamanya coming soon... hihiii

      Hapus
    2. Wkwkwkw..Yayan...Aku sakit perut nih nahan ketawa. Gak lucu katawa sendirian depan tablet, kan? Hentikan segera, Yan, hentikan!

      Hapus
    3. @mbak Evi : Ketimbang nangis-nangis nonton film korea cobaaa hahaha

      @bang Elvan : Ayayaya, ternyata ngePHPin doang soal film. Hiks, padahal aku udah pede jaya ada adegan aku goyang dumang sambil ngingo di film itu.

      Hapus
  6. Komenku sama kayak Noe, postingan ini gak seru, karena gak aku hahahaha.

    Tp beneran mupeng liat keseruan temen2 tahun kmrin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha makanya ikut geh.... yowes tahun depan siapkan cuti dari sekarang yaa

      Hapus
  7. Apik ceritamu, Mas. Senang membacanya :)

    Terima kasih sudah mengundang ke Tanggamus. Jadi pengalaman sangat berharga. Semoga wisata Tanggamus makin dikenal oleh masyarakat luas ya. Sukses selalu buat Mas Elvan.

    BalasHapus
  8. CHEBOOOOKKKKKKK...!!!!!

    sEMANGAT SELLAU BANG eLVAN..uHHUUkkK dUren!!!! uHUUUKKKK uHHUUKKKK...!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. okeyyy Bang Indra chebox.... hahaha dureennnn

      Hapus