I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."

JEMBATAN TALANG PRINGSEWU YANG FENOMENAL

Indah bukan?
Jembatan? Ada apa dengan jembatan ini? Mengapa banyak sekali orang yang berfoto d jembatan ini?
Penasaran dengan apa yang dilakukan banyak orang, akhirnya suatu hari saya bisa mengunjungi tempat ini. Memang sebelumnya saya sering sekali melihat di beberapa social media yang memposting foto di sebuah jembatan dengan lengkungan besi kuning dan pagar jembatan berwarna biru itu. Sempat bertanya ke beberapa teman dan mereka memiliki jawaban yang sama.”Di jembatan talang, Van.. Pringsewu…”. Ahh… dmna lahh itu? Jadi makin penasaran.

Pemandangan dari atas jembatan
Tibalah dimana pagi sebelum kerja ke Tanggamus, saya sempatkan untuk mampir kesana (Jembatan Talang) bersama kawan kantor saya, Wagito. Jarak masuknya sih tidak seberapa jauh dari jalan raya, kurang lebih 10 menit masuk ke lokasi. Jalan menuju jembatan pun berbatu-batu kecil dan sebagian hampir diaspal namun sepertinya belum sempat teraspalkan (apa pula maksdnya ini, hehehe). Sebelah kiri jalan masuk ada aliran sungai dari jembatan talang yang mengalir hingga pringsewu. Sunyi dan sepi sekali pagi itu ketika menyusuri jalan ke lokasi talang. “Kalau siang sudah rame disini,” Kata Wagito.” Banyak anak-anak sekolah yang pada kesini dari anak SD sampe anak kuliahan pada maen kesini,”lanjut Wagito.Untunglah saya berkunjung pagi hari itu dengan harapan bisa leluasa melihat lokasi dengan nyaman dan asri.

Dari samping pun tetap indah
Setelah melewati rumpunan pohon bamboo, terlihatlah sudah jembatan talang itu. Hmm aku bedecak kagum sesaat ketika melihat jembatan itu. Yaa, jembatan antara dua bukit dengan jarak kurang lebih 110 meter ini memang memukau, unik dan beda. Jembatan yang bertujuan untuk mengalirkan ailran air ini dibuat pada zaman belanda, kurang lebih tahun 1923. Begitulah menurut keterangan seorang warga yang kebetulan lewat disitu dan saya sempat mengobrol dengannya, namanya Pak Yunus. “Jembatan talang ini ada tiga mas, di sebelah sana ada dua lagi namun jembatan talang yang inilah yang lebih bagus dibanding yang lain, kalau hari libur rame mas disini, banyak anak muda yang berkunjung kemari, makanya disebelah sana dibuat pondokan-pondokan untuk duduk dan orang berjualan,” Kata Pak Yunus sambil menunjukkan ke sudut tempat di samping pintu masuk. Memang sejuk sekali di sudut tempat itu.” Saya juga kalau sore ikut berjualan disini, jualan makanan kecil “lanjutnya.
Harus tetap dijaga keindahan dan kebersihannya
“Awas sampahnya jangan sampai berceceran ya Pak,” Kata saya kepada Pak Yunus. Para pengunjung suatu objek wisata terkadang selalu sembrono kalau masalah sampah. Mereka suka membuang sampah sembarangan meskipun sudah disiapkan tempat sampah dan peringatan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Namun begitulah pengunjung, pengelola objek wisata harus ekstra keras untuk mengingatkan terus kepada pengunjung untuk menjaga kebersihan suatu objek wisata.  Sebagai unsur Sapta Pesona yang ketiga, setelah Keamanan dan ketertiban, kebersihan suatu objek wisata harus benar-benar dijaga. Saya bisa melihat kebersihan lokasi jembatan talang ini cukup bersih, namun banyak coretan-coretan tipe ex di jembatan talang itu yang agak mengganggu pemandangan. Inilah ulah para anak sekolah yang membawa penghapus pena itu untuk mengabadikan nama mereka di pagar jembatan itu yang bisa mengganggu pemandangan dan keindahan.

Namanya mau kerja yaa masih pake baju dinas, hehe
Nanti kedepannya, akan dibuat semacam taman hutan diseberang sana, agar pengunjung yang datang tidak hanya menikmati keindahan jembatan Talang ini saja, namun bisa bersantai sambil bermain di taman hutan sana,” kata Pak Yunus. “.. soalnya beberapa waktu yang lalu, petugas dari Dinas Pariwisata Pringsewu, Bapak Suhairi Sibarani, sudah datang kesini untuk melakukan peninjauan demi pembangunan objek wisata Jembatan Talang kedepannya agar lebih maksimal lagi,” lanjut Pak Yunus menjelaskan kepada saya. Wahh, semoga Jembatan ini akan terpelihara dengan baik dan menjadi destinasi wisata yang bagus dan membawa kemakmuran bagi masyarakat setempat.
Saya memandang foto-foto di kamera dan HP saya, memang indah hasil jepretan di Jembatan Talang ini. Saya tersenyum dan segera berlalu dari Jembatan Talang dengan puas. Ahh terpenuhi sudah keinginan saya mengunjungi Jembatan Talang ini…

Keceee...

5 komentar:

  1. “Nanti kedepannya, akan dibuat semacam taman hutan diseberang sana, agar pengunjung yang datang tidak hanya menikmati keindahan jembatan Talang ini saja, namun bisa bersantai sambil bermain di taman hutan sana,”
    *asal dibikin aturan supaya kealamiahnnya tetap terjaga ya mas. Sayang kalau rusak karena jadi mass tourism, ada sejarah panjang di balik jembatan ini.
    btw... rajin nulisnya euuy. Jempol

    BalasHapus
  2. Semoga dengan dibuatkan Taman tak menghilangkan apa-apa yg sdh tertata apik di sini, seperti kebersihan lingkungan, dan atmosfir alaminya...

    BalasHapus
  3. Bagus ya jembatan dan pemandangannya.
    Bakal kemari segera.

    BalasHapus