I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."

Senangnya Jadi Tour Leader


Bersama tamu dari Jakarta ke Pahawang dan Teluk Kiluan

Awalnya saya tidak terfikirkan sama sekali untuk menjadi seorang tour leader karena saya harus bertanggung jawab dari setiap perjalanan dari awal hingga akhir. Namun suatu ketika ada kawan yang minta diantarkan ke Teluk Kiluan, Tanggamus beserta rombongannya. Memang saya kebetulan pernah ke Teluk Kiluan jadi saya diminta untuk mengantarkannya. Hmm baiklah saya mencoba mengantar dengan menggunakan mobil sendiri kala itu. Nah, setelah pengalaman itu, terbersitlah dalam benak saya kalau ternyata mengantar tamu (pengunjung) itu adalah suatu hal yang menyenangkan. Banyak informasi yang bisa kita berikan kepada pengunjung dan pastinya kita akan menggali informasi terus mengenai suatu tempat yang akan dikunjungi. Selain itu juga saya bisa menambah persaudaraan dengan para pengunjung dari beberapa daerah yang kebetulan ikut tour bersama saya. Wahh, jadi makin tersebar informasi dan makin banyak yang minta diantar ke suatu tempat wisata. Hahaaaii ge-er..
Dampingi Ibu-ibu gaul dan kocak, hahaha

Saat ini saya memang focus untuk trip wisata ke Pahawang, Teluk Kiluan dan Kelumbayan di Provinsi Lampung. Memang tiga tempat itu adalah sebagian tempat yang memang ramai dikunjungi oleh para wisatawan minat khusus yang menyukai tantangan yang menyenangkan. Seperti misalnya di Pahawang, snorkeling dan diving adalah aktifitas utama ketika berkunjung ke Pahawang. Memang banyak spot menyelam terbaik di sana, sebut saja Pulau Kelagian, Tanjung Putus, Pulau Balak, Pulau Mahitam dan Pulau Pahawang itu sendiri. Memang keindahan bawah air pulau itu terdapat terumbu karang yang sungguh menakjubkan serta beragam ikan warna-warni yang berada disekitar terumbu karang itu. Ada spot-spot yang memang secara alami tumbuh di dasar laut itu dan ada juga yang memang sengaja di tanam oleh masyarakat sekitar. Begitulah Pulau Pahawang yang menjadi idola para pengunjung untuk menikmati keindahan bawah laut.

Selain ke Pahawang terkadang pengunjung ingin tahu objek wisata Teluk Kiluan. Kawasan ekowisata yang terdapat di Kelumbayan ini memang masih alami dan tenang. Berasa jauh dari keramaian, Teluk Kiluan menyuguhkan keindahan atraksi lumba-lumba liar di laut lepas. Ya, Teluk Kiluan memang identik dengan habitat lumba-lumba hidung botol yang jumlahnya mencapai ribuan. Banyak para pengunjung yang awalnya tidak berani melihat lumba-lumba ke tengah laut dan pada akhirnya mereka merasa sungguh senang ketika dapat menjumpai lumba-lumba dengan atraksi alaminya. “Hilang rasanya ketakutan ketika bisa melihat lumba-lumba di tengah laut,” salah seorang pengunjung pernah berkata kepada saya begitu. Hmm iya, aku tersenyum ketika hampir semua pengunjung merasa ketakutan saat berada di tengah laut lepas karena untuk melihat lumba-lumba, pengunjung harus menaiki perahu jukung yang Cuma bisa diisi oleh 3 atau 4 orang saja. Kebayang kan gimana rasanya diombang ambing di tengah lautan. Tidak hanya sekedar melihat lumba-lumba di Teluk Kiluan, pengunjung bisa bersantai di Pulau Kiluan (Kelapa) untuk berfoto ria atau berenang. Selain itu, ada Laguna Gayau yang bisa jadi tantangan selanjutnya ketika berkunjung ke Teluk Kiluan. Sebuah kolam alami yang terbentuk dari bebatuan karang yang airnya sangat jernih. Terdapat pula batu berbisik di samping Laguna Gayau dimana dari dalam batu itu menyemburkan air laut yang terkadang tingginya bisa mencapai 5 meter. Sebelum air menyembur, dari rongga batu karang itu mengeluarkan bunyi seperti bisikan, hsss..sss.. itulah batu karang ini disebut batu berbisik oleh beberapa pengunjung.
Tamu-tamu dari Palembang, Genk Baper
Lelah memang jika kita bertualang ke tempat-tempat tersebut, namun itulah seninya bertualang ke tempat wisata yang bersifat minat khusus dibanding  dengan wisata massal yang pada umumnya semua orang bisa menikmati situasi dari segala umur. Lain halnya dengan berkunjung ke Batu Layar Gigi Hiu di Kelumbayan, Tanggamus. Syurga para fotografer yang sangat menakjubkan. Komplek bebatuan karang yang tinggi dan besar dihiasi dengan terjangan ombak yang eksotis. Berjam-jam para fotografer betah berlama-lama berdiri untuk mendapatkan hasil foto yang luar biasa.
Begitulah aktifitas saya yang terkadang selalu berubah jadwal tergantung minat para tamu yang akan berkunjung. Perlu diingat bahwa ini hanyalah sekedar pekerjaan sampingan saja selain beraktivitas di kantor. Kalau memang harus jadi pekerjaan rutin si nggak, hanya pekerjaan yang saya lakukan ketika berakhir pekan. Lumayan mengisi waktu luang, hehehe..
Tamu dari Palembang juga....
Siapapun bisa menjadi tour leader jika kita mampu melayani tamu dengan baik. Banyak tamu / pengunjung yang sering komplen karena kurang siapnya tour leader itu sendiri. Misalnya kesiapan tempat penginapan, makan para tamu, kebersihan sampai waktu yang tidak tepat pun kadang jadi komplen yang bisa saja terjadi. Saya selalu belajar dari pengalaman yang memang setiap saat selalu ada masukan dari tamu. Kebersihan yang sering jadi masalah utama dari suatu tempat wisata. Itulah yang sampai kini saya memang terapkan sekali kalau masalah kebersihan, khususnya bagi para tamu yang saya bawa. Mulai dari kebersihan di dalam kendaraan perjalanan, sampah harus tetap di dalam kendaraan dan tidak membuang sampah melalui jendela kendaraan. Kesiapan pengelola penginapan pun selalu saya pantau dan semua kebutuhan para tamu tidak adaa yang boleh terlewatkan. Terkadang saya akan lebih cerewet duluan sebelum tamu komplen. Mendingan marahin duluan sebelum kita dimarahi, hahaa,,
Begitulah saya,, selalu membuat kesan baik dengan para tamu meskipun lelah namun harus tetap semangat… Lanjutkann…!!!

Batu Layar Gigi Hiu dengan rombongan fotografer dari Jakarta

Dampingi tamu dari Filipina

Paket Wisata Pahawang-Teluk Kiluan
Paket Wisata Teluk Kiluan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar