I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."

MIMPI BURUK SEBELUM TRAGEDI LAGUNA GAYAU




Segarnya berenang di Laguna Gayau
Laguna Gayau…
Ahh sebuah tempat favorit saya ketika mengunjungi Teluk Kiluan di Kelumbayan, Tanggamus. Memang lokasinya begitu menantang karena harus menaiki bukit dan menuruni turunan. Itu pun belum selesai karena kita harus merangkak batu-batu karang menuju Lokasi laguna gayau. Saya memang sering sekali memandu para pengunjung untuk berwisata ke Teluk Kiluan termasuk mengunjungi laguna gayau. Tepat satu hari sebelum tragedi di Laguna Gayau terjadi, saya memang mengantarkan tamu dari Palembang yang kebetulan sedang trip ke Pahawang dan Teluk Kiluan. Keadaan cuaca dan laut pada hari itu (sabtu, 16 Juli 2016) sungguh cerah dan teduh di Laguna gayau pada sekitar pukul 10.30 WIB karena kami melakukan Dolphin Tour dulu di pagi hari, sebuah aktivitas melihat atraksi lumba-lumba asli di tengah laut.
Perlu hati-hati ketika mendaki batu-batu karang

Konsentrasi biar tidak jatuh..
Perjalanan ke Laguna pun Alhamdulillah lancar dan tanpa hambatan. Para tamu yang saya pandu merasa senang meskipun lelah dalam perjalanan. Laguna pun terlihat jernih dan sejuk. Banyak pengunjung lain juga yang sedang berenang dan menikmati indahnya Laguna Gayau. Selama kurang lebih dua jam beraktivitas di Laguna, kami putuskan kembali pulang dari Laguna Gayau dengan meninggalkan kenangan indah selama mengunjungi Teluk Kiluan.
Begitu Indah Pemandangannya
Tidak ada firasat buruk sama sekali setelah mengunjungi Laguna di hari itu. Namun mimpi aneh yang saya alami di malam sebelum kejadian bisa menjadi tanda buruk di keesokan hari di Laguna. Di dalam mimpi, saya akan melakukan sholat jumat dengan anak saya, Zhafran yang berumur 4 tahun. Namun ketika akan sholat jumat, Zhafran minta pipis dan buang air besar yang mengharuskan saya menunggu lama. “Ayah, aku mau pipis,’ Zhafran berkata kepada saya dan saya pun menemaninya ke kamar mandi namun di kamar mandi Zhafran gak hanya buang air kecil namun dia juga buang air besar yang memakan waktu cukup lama. Sholat jumat hampir selesai sehingga saya masbuq karena telat. Nah, setelah sholat jumat, ternyata Imam masih melaksanakan Sholat dan ternyata itu adalah Sholat Jenazah. Saya pun tidak tahu siapa yang meninggal karena setelah sholat jumat saya dan Zhafran langsung pulang. Disisi lain di dalam mimpi saya, saya dan istri saya bertakziah ke makam seseorang yang baru meninggal, namun entah mengapa stelah jenazah dikebumikan seseorang dekat istri saya kemudian mengambil dua kain kafan di dalam makam itu lalu melipatnya. Mungkin hendak dibawanya pulang. Tapi tiba-tiba satu persatu dari kain kafan itu ketarik dan masuk lagi ke dalam makam. Saya merasa heran mengapa kain-kain kafan itu tiba-tiba ketarik lagi ke dalam makam dan apapula maksud dari seseorang itu yang mengambil kain kafan dan melipatnya. Aneh sekali… Tapi itulah mimpi yang saya alami di malam sebelum kejadian di Laguna gayau dikeesokan harinya terjadi. 

Semburan Air dari batu Berbisik yang memukau
Di Pagi hari nya kebetulan Zhafran dan neneknya akan pergi ke pantai Sari Ringgung bersama saudara-saudara yang lain. Wahh, saya agak takut juga teringat mimpi semalam yang saya alami. Saya harus pergi juga ke Sari Ringgung pikir saya karena saya harus mengawasi Zhafran. Zhafran, nenek dan kakeknya kebetulan berangkat ke Pantai bersama saudara yang lain. Okey saya menyusul ke Sari Ringgung pada pukul 11.00 sendiri  tanpa istri saya, karena istri saya sedang hamil besar dan tidak kuat untuk pergi jauh. Ketika saya sedang asyik menyetir tiba-tiba Ponsel saya bordering, Pak Elzhivago memanggil

Lagi dimana, Van?”Tanya Pak Vago.
Saya lagi mau ke Pantai Sari Ringgung Pak nyusul Zhafran,”Jawab saya
Sudah dengar kabar dari Laguna Gayau belum pagi ini,”Tanya Pak Vago lagi
Kejadian apa, Pak? “ saya bertanya balik
Ada tiga orang meninggal di Laguna Gayau pagi ini, ini istri Pak Sulaiman yang mengabari saya,”kata Pak Vago.
DEGGG….!! Saya terkejut luar biasa mendengar kabar ini. Hampir gak percaya juga siy, kemaren saya barusan dari Laguna gayau, Alhamdulillah semua baik-baik saja.
Cuaca pagi ini sedang kurang bagus, ombak sangat besar sehingga menyeret 3 orang pengunjung yang tidak bisa tertolong lagi, mereka ada 8 orang namun tiga orang terseret ombak ketika sedang berfoto selfie, satu orang perempuan dan dua orang laki-laki..,”lanjut Pak Vago.
terus sekarang bagaimana Pak,”Tanya saya lagi
“untuk sementara ini korban yang perempuan sudah ditemukan, sementara dua yang lain masih dalam pencarian,” Pak Vago menjelaskan.
okey Pak makasih atas info nya,” kata saya.
Sama sekali saya gak ada firasat apa-apa tentang tragedi yang terjadi di Laguna Gayau ini. Saya hampir melamun sambil nyetir mobil. Apa benar ini arti dari mimpi semalam ya? Hati saya bertanya-tanya gak karuan. Mengapa saya yang punya firasat sedangkan saya gak ada hubungan sama sekali dengan para pengunjung di Laguna Gayau pada saat kejadian. Mungkin ini biar menjadi pelajaran buat saya kerena sebagai tour leader dan tour guide saya harus lebih berhati-hati lagi ketika sedang mengantar pengunjung ke Laguna Gayau. Saya beristghfar berkali-kali dalam hati agar hati tenang dan selalu dalam lindungan-Nya.

Berenang di Pantai Sari Ringgung dengan Zhafran
Sampai di pantai Sari Ringgung, sesaat hilang tentang kejadi di Laguna Gayau pagi hari ini banyaknya pengunjung yang sedang berwisata disana. Maklum saja hari itu hari terakhir liburan sebelum anak sekolah kembali  beraktivitas di sekolahnya. Saya mengawasi Zhafran dan saudaranya yang sedang berenang di pantai bersama neneknya juga tanpa memikirkan kulit yang mulai menghitam tersengat matahari. Saya pun menyusul berenang sebentar sebelum pulang. 

Bayangan keindahan Laguna gayau terekam jelas dibenak saya dan tidak ada tanda-tanda sama sekali akan menelan korban. Memang banyak hal yang perlu diperhatikan ketika akan mengunjungi Laguna Gayau. Ya pada dasarnya kemanapun kita akan melakukan kunjungan ke tempat-tempat wisata harus memperhatikan situasi sekitar dan yang paling penting adalah kita membutuhkan guide lokal yang lebih faham medan dan cuaca yang mungkin bisa berubah sewaktu-waktu. Terkadang pengunjung yang sudah pernah kesana, mereka tidak membutuhkan guide lagi karena mereka fikir mereka sudah faham medan. Padahal guide lokal itu sangatlah penting terutama saat hendak ke Laguna Gayau. Memang kita harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar guide sebesar Rp.50.000. Sebenernya tidaklah mahal karena merekalah sebenarnya yang faham kondisi medan. Misalnya daerah yang bahaya untuk foto selfi, waktu istirahat dan tempat yang tepat untuk istirahat, cuaca yang sewaktu-waktu bisa berubah, peringatan untuk tidak membuang sampah sembarangan  dan lain-lain. Itulah tugas para guide lokal yang harus mereka jalankan. Namun kita harus tetap waspada pula dengan diri kita masing-masing. Dan dari pengelola objek wisata dan pemerintah daerah pun harus lebih meningkatkan keamanan lagi bagi para pengunjung.
Sebenarnya saya tidak perlu menceritakan mimpi buruk saya ini karena entah ini memang kebetulan, takdir atau sebagai peringatan dari yang kuasa untuk kita semua agar tetap selalu berhati-hati dan tidak boleh terlena dengan keadaan. Tidak hanya di Laguna Gayau, di tempat lain yang jauh lebih indah dan menarik pun kita harus tetap waspada meskipun sudah dipasang rambu-rambu. 
.. Dan untuk ketika korban (Indri Pitaloka Almh, Abimanyu Alm dan Fikri Alm) semoga diterima disisi Allah SWT dan tenang di alam sana... ALFATIHAH...

Tamu Pengunjung dari Palembang

Action di dalam air Laguna gayau

Siapa yang tidak tertarik berenang kalau begini?

Datangnya ombak k Laguna jadi lebih indah...

Kenangan yang tak terlupakan...

 Beberapa gambar di bawah ini adalah gambar yang diambil dari video detik-detik sebelum tragedi ombak Laguna menyambar ketiga korban. Video yang diunggah oleh Yudi Indrawan dan artikel tentang laguna ini masih beredar di Media Sosial meskipun keadaan Teluk Kiluan sekarang sudah mulai aman daari cuaca yang kurang bersahabat. jadi niatlah dalam hati untuk berliburan yang baik, jujur dan tidak membuat onar/masalah. Have a nice holiday.....






8 komentar:

  1. Mas Elvan, mimpinya seram sekali. Dan ikut berduka cita atas korban yang terseret ombak di Laguna Gayau. Semoga siapapun yang akan datang ke sana selanjutnya mau memperhatikan lingkungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa Bu Evi.... sama sekali saya gak ada firasat buruk sebelumnya tentang Laguna... semoga kedepannya lebih baik lagi yaa buu

      Hapus
  2. Mas Elvan, mimpinya seram sekali. Dan ikut berduka cita atas korban yang terseret ombak di Laguna Gayau. Semoga siapapun yang akan datang ke sana selanjutnya mau memperhatikan lingkungan.

    BalasHapus
  3. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un

    Baru sekali merasakan segarnya berendam di Laguna Gayau. Sangat berkesan.

    Indah, namun mematikan. siapapun yang ke sana perlu hati-hati dan memahami kondisi alam...

    BalasHapus
  4. Ya Allah... semoga ketiga korban tenang di sisi Allah Swt. Semoga pengunjung juga care ya dengan keselamatan diri saat berwisata.

    BalasHapus
  5. Semoga kita semua bisa jadi trevelerer yang bijak,yang selalu ingat bahwa Alam adalah ciptanNya... selalu ingat dg pencipta adalah kunci dimanapun kita berada..

    BalasHapus
  6. Kak,ada kontak cp yang bisa dihubungi

    BalasHapus