I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."

PESONA AIR TERJUN JARUM TANGGAMUS

Indah...
       Mengunjungi air terjun itu adalah salah satu hobi saya, meskipun kadang saya merasa kurang bisa naik dan turun gunung yang pasti bikin kaki gempor dan bengkak-bengkak. Namun, saya adalah orang yang kepo, pingin tau akan hal-hal baru di lingkungan sekitar. Saya belom kepengen pergi jauh-jauh untuk explore suatu tempat jika di daerah sendiri pun belom dijelajahi.. (hmm sok banget yahh, hehe)
      Nah, untuk kali ini saya mau bagi-bagi kaki pegel waktu explor air terjun Jarum.. (tau khan..). Ini masih seputaran Air Naningan Tanggamus. Memang siy kalau bicara Air Naningan, gak akan ada habisnya buat dieksplor.  Air terjun saja banyak bingit, belum lagi yang lain-lainnya. Ahh males mau nyebutinnya satu-satu, jadi mupeng karena pingin mgetrip tiap hari tapi kaki gak kuat jalan.
Sudah kebayang kan segernya....
      Air terjun jarum awalnya adalah bernama air terjun datar lebuay. Ini sudah lebih tenar namanya dibanding yang lain. Kalau ada orang yang pingin main ke air naningan, ya tujuannya dulu pasti ke air terjun ini sebelum air terjun yang lainnya terkenal. Lokasinya memang mudah diakses dan tidak terlalu sulit. Hampir sama dengan tujuan air terjun yang lain, akses yang dilalui pun tidak ada bedanya. Melewati jembatan kuning yang mempesona di atas ulu bendungan batu tegi kemudian melewati perkebunan kopi dan perkampungan warga. Perjalanan menuju air terjun ini memang lebih dekat dibanding ke air terjun yang lain.
      Kalau melihat melalui foto yang diposting oleh banyak pengunjung di media sosial khususnya Instagram (follow yah @majestictanggamus) rata-rata pada bilang menyenangkan dan pingin kembali lagi kesana. Ah, saya pun penasaran sekali ingin kesana asap (as soon as possibble).
Saya mencari dan menggali informasi untuk bisa ke air terjun jarum dan pada akhirnya saya bertemulah dengan Mas Armawan Hadi, ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) di air terjun Jarum ini. Dia adalah pemuda yang semangat dan memiliki motivasi tinggi untuk mengelola dan menjadikan air terjun ini lebih ramai lagi. Wawan, begitulah panggilannya. Berawal dari Direct Massage di Instagram kemudian lanjut komunikasi lewat whassup dan ponsel, saya pun menentukan tanggal dan waktu yang tepat untuk k air terjun jarum.
Armawan Hadi (kaos merah) Ketua Pokdarwis
      Yuhuuu.... waktu yang ditentukan pun tiba, saya ternyata tidak sendiri kesana karena kawan-kawan dari MTMA Tanggamus dan Pringsewu pun ikut juga kesana bersama beberapa admin media sosial yang kebetulan juga ingin kesana.
Bermula dari pasar baru, Air Naningan kemudian kami menaiki motor melewati Jembatan Kuning. Ya, ini dia jembatan yang menurut saya siy kece banget dah pemandangannya. Lalu perjalanan dilanjutkan menuju Pekon Datar Lebuay. Dari pusat Desa / Pekon tidaklah terlalu jauh hanya sekitar 10menit saja untuk sampai ke Air Terjun. Aksesnya pun tidak sulit karena ini adalah jalan desa yang sehari-hari digunakan oleh masyarakat untuk berlalu lalang. Masyarakat yang ramah membuat siapapun akan merasa senang saat berkunjung kesini. Begitu juga dengan saya.
      Sampai di parkiran air terjun, bunyi derasnya aliran air sudah terdengar. Ini bertanda kalau air terjun tidak jauh dari parkiran (asyiikkk). Saya langsung berjalan menurun menuju air terjun. Wuihhh dari atas saja sudah terlihat air terjunnya. Pemandangan sekitar air terjun tampak luas sekali dari atas. Saya memperhatikan keadaan sekitar. Jalanan menuju air terjun sepertinya baru dibuat dan tampak lebar. Menurut Mas Wawan (selaku Ketua Pokdarwis) bahwasanya akses jalan baru dibuat dengan lebih lebar dari sebelumnya. Jalan sebelumnya memang sangat curam dan berbahaya karena dari parkiran atas langsung turun menuju air terjun. Namun karena demi faktor keamanan dan kenyamanan pengunjung, jalanan dibuat bentuk zigzag yang mengasyikkan.
      Di lokasi ini ada dua air terjun yang berbeda. Air terjun utama (air terjun jarum) memiliki aliran yang deras dan membentuk kolam alami yang indah. Mau berapapun orang yang mandi disini, sangatlah bisa. jernihnya aliran air membuat betah untuk berlama-lama berendam.
Tidak jauh dari lokasi air terjun utama, sekitar 10 meter terdapat aliran air terjun jarum yang kedua. Alirannya  lebih tinggi dibanding dengan yang pertama. Ada tiga aliran air terjun yang mempesona. Namun dibawah aliran air terjun yang kedua ini tidak terdapat kolam seperti pada air terjun yang pertama. Kalau kata Mas Wawan kita bisa pijit dibawah air terjun ini (huhuy ada yang mijitin dibawah air terjun, ngerii yeee) memang benar setelah saya duduk dibawah salah satu air terjun kedua ini, badan rasanya seperti dipijit oleh jatuhnya aliran air. Jadi betah berlama-lama.

Lokasi yang berdekatan Air terjun Jarum 1 dan 2
      Dua air terjun ini memiliki sensasi dan suasana yang berbeda.Saya merasa sangat puas dan bangga bisa berkunjung kesini.Buat siapapun yang ingin menikmati akhir pekan atau liburan seru bisa berkunjung kesini. tidak perlu takut, segala sesuatu sudah dikelola dengan baik. Jadi tunggu apalagi....


Mau  Camping juga bisa niy....

Kedinginan sebelum nyeburr....

Mau bergelantungan kayak Tarzan...

Aliran yang deras...

My Trip My Adventure...

Jembatan Bambu.....

(Foto-foto : Armawan Hadi, Adi Wiransyah, Elvan Ajnabee)

SENSASI SERU AIR TERJUN TIRAI TANGGAMUS




Pernah mendengar air terjun Tirai? Atau bahkan ada yang sudah berkunjung kesana?
Bentuknya memang seperti tirai air yang sangat tinggi dan lebar. Derasnya aliran air yang mengalir membuat decak kagum setiap orang yang datang berkunjung. Termasuk saya yang berkesempatan datang dan melihat langsung keindahan air terjun tirai ini (ini yang kedua kali nya lokh)
Nah jadi begini (sambil ngopi dulu)...

Dulu pas pertama kali kesini sama Wagito
             Air terjun Tirai ini Berada di Pekon Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan Tanggamus. Memang kalau berbicara air terjun, di Air Naningan lah yang terdapat banyak sekali air terjun (lebih dari 15 air terjun kalau gak salah siy) Sebelumnya saya pernah menulis artikel tentang kunjungan saya ke lima air terjun dalam sehari ke Datar Lebuay, Air Naningan ini. Dulu nama air terjun ini adalah air terjun Way Salak, lalu beberapa dari para pengunjung menyebutnya dengan qir terjun Lembah Misteri, karena memang dulu tempatnya agak sedikit seram karena belum dikelola dengan baik. Namun sekarang sudah berubah namanya menjadi air terjun Tirai. Lebih apik dan lebih menarik ketika orang mendengarnya tanpa menimbulkan kesan yang menakutkan.
         Saat ini air terjun Tirai ini sudah mulai dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Wana jaya Lestari yang diketuai oleh mas Abdul Kodir. Sejak dari bulan April 2017 Mas Qodir dan kawan-kawan mulai merintis lokasi ini menjadi Lokasi Wisata yang menarik buat pengunjung. Atas inspirasi dan arahan dari Bapak Ir. Yanyan Ruchiansyah selaku Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Batu Tegi. Memang lokasi air terjun tirai ini masih berada di kawasan KPHL batu tegi. Ada banyak lokasi yang bisa dikunjungi di kawasan KPHL ini selain air terjun tirai, ada Pulau Kukang yang mempesona di tengah Bendungan Batu Tegi (kece yaa Pulau ditengah bendungan) dan ada pula arung jeram bagi yang senang memacu adrenalin. Namun disini terlebih dahulu saya akan bercerita tentang air terjun tirai.
Sudah mulai bersih dan terkelola
          Jika ingin berkunjung ke lokasi ini memang butuh sedikit perjuangan mengingat medannya yang berbukit-bukit dan harus mengendarai sepeda motor. Akan lebih baik jika cuaca sedang terang dan tidak saat musim hujan. Jalanan untuk menuju ke lokasi air terjun memang tidak bisa dilalui dengan mobil. Jika kita dari arah Bandar Lampung kita masuk ke simpang Bendungan Batu Tegi sebelum pasar Talang Padang kemudian ikuti jalan menuju pasar Tekad. Setelah itu belok kanan dan ikuti jalan ke arah Air Naningan. Sampai di Air Naningan kita berhenti di Pasar Baru. Nah, jika kita sudah janjian dengan guide, di pasar baru ini bisa jadi alternatif untuk tempat menunggu. Kalaupun belum, kita bisa meminta jasa ojek yang ada disana. 
              Dari Pasar Baru ada dua jalan yang bisa kita tempuh untuk menuju air terjun tirai. Namun saya lebih suka jalan melalui jembatan kuning. Jembatan Kuning? Iya betul, ada sebuah jembatan gantung yang membentang di atas ulu sungai yang menuju Bendungan Batu Tegi. Memang jembatannya berwarna kuning. Indah sekali pemdangannya saat kita melintasi jembatan itu. Biru nya air di Ulu Batu Tegi ini menambah syahdu bagi para pengunjung yang melintas diatasnya. Banyak yang berfoto disini namun harus berhati-hati karena banyak kendaraan yang berlalu lalang di jembatan. Jembatan ini tidak begitu lebar hanya muat untuk dua motor, itupun sangat sempit jika berpapasan. Panjang jembatan sekitar 200 meter. Cukup panjang bukan?
Jembatan Kuning yang kerenn...
              Setelah kita melewati Jembatan Kuning kita akan melewati perkebunan kopi dan perkampungan warga yang cukup ramai. Hanya jalannya yang belum sepenuhnya diaspal. Masih banyak jalan yang berbatu-batu dan tanah merah. Namun janganlah takut karena para guide lokal sudah lincah membawa motor dalam situasi seperti ini (jangan sedih). Perjalanan yang ditempuh kurang lebih 30-40 menit untuk sampai di Air Terjun Tirai. Jalanan melalui perkebunan kopi menjadi sensasi sendiri yang penuh dengan lika-liku tetapi tetap aman. 
            Sebelum sampai di lokasi, kita parkir kendaraan di sebuah tempat parkiran yang sudah dipersiapkan oleh Pokdarwis. Setelah itu kita berjalan kaki kurang lebih 5 menit saja menuju air terjun. Saat berjalan kaki, derasnya aliran air terjun sudah terdengar bergemuruh pertanda air mengalir sangat derasnya. Tibalah kita menuju jalan menurun melewati pohon-pohon besar dan berakar. Sebelum menuruni anak tangga, kita sudah disuguhi air terjun sebelum air terjun tirai. Air Terjun Tirai pertama ini memang tidak begitu tinggi. Kurang lebih 15 meter tingginya namun tetap terlihat indah dengan derasnya air yang terjun.

Area Parkir... Amaann
        Di samping air terjun pertama yang sudah kita lewati, barulah terlihat air terjun Tirai yang memukau. Pertama kali saya melihat air terjun ini, mata sangat takjub dengan keindahan air terjun ini. Air nya mengalir dan jatuh dengan deras nya dari ketinggian kurang lebih 50 meter. Bentuknya melebar dari atas ibarat tirai air yang mengalir tiada henti. Saya begitu tertegun. Mata saya melihat ke arah sekeliling air terjun ini. Ada rumah Pohon yang berdiri kokoh tepat di depan air terjun. Tempat-tempat bersantai berupa gubuk-gubuk kecil berada di sisi sebelah kiri dengan posisi di atas tanah yang bertingkat-tingkat. Ada taman bunga yang sedang tumbuh di bawah rumah pohon. Bunga-bungan kana berjejer rapi di pinggiran kali yang berasal dari aliran air terjun. Sebuah jembatan bambu terbentang diatas kali aliran air terjun. 
Dari atas rumah pohon...
        Saya mencoba menaiki rumah pohon dua tingkat yang berada tepat di depan air terjun. Menikmati pemandangan sekitar dari atas rumah pohon. Woww luar biasa indahnya. Anak-anak kecil bermain air dengan senangnya. Beberapa pengunjung sedang berfoto ria dari berbagai sudut. Para Pokdarwis wara-wiri melayani para pengunjung yang pas kebetulan saya kesana sedang ramai sekali. Di salah satu gubuk di bawah pohon, saya melihat keluarga yang sedang makan bersama. Dua orang anak kecil sedang asyik makan dengan lahapnya meskipun keadaan basah kuyup setelah bermain air.
        Tidak berapa lama saya melihat sekelompok klub sepeda datang. Memang sebelumnya ada kabar kalau bakal ada tim sepeda ADISI mau berkunjung ke air terjun Tirai. Saya sempat kaget juga apa ya bisa bersepeda ke sini. Namun klub sepeda ADISI (Aku Disini) memang suka bertualang seperti ini dan ini sudah biasa bagi mereka. Satu persatu mereka menurunkan sepeda mereka sambil berseru gembira. Saya kemudian turun dari rumah pohon kemudian mencari Pak Tejo. Ya Pak Tejo adalah ketua rombongan sepeda yang sebelumnya saya sudah berkomunikasi dengannya. Perawakannya memang sudah agak berumur namun Pak Tejo ini berjiwa muda sekali. Terlihat dari semangatnya bersama kawan-kawan bergowes ria ke air terjun . Awalnya mereka akan datang beramai-ramai, namun karena suatu hal dan halangan akhirnya Pak Tejo dan tim ADISI hanya datang sekitar 10 sepeda. Ini patut diacungi jempol. Pak Tejo bilang kalau ini adalah trip yang sangat menantang sekali medannya namun menyenangkan karena melewati jembatan kuning. Pak Tejo bilang kalau Tim ADISI sudah melewati beberapa jembatan selama ngetrip dengan ADISI. Ada keasyikan sendiri ketika melewati jembatan dengan sepeda (hmm masak iya siy ya he he). 
Bareng Pak Tejo ADISI
   Saya tersenyum melihat kawan-kawan ADISI yang bersuka ria bermain-main air terjun. Puas sekali rasanya mereka sudah sampai di lokasi yang menjadi tujuan utama mereka. Derasnya air terjun tidak mengalahkan teriakan mereka dibawah air terjun. Sebuah objek wisata tirta yang tersembunyi di balik tebing dan menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Tanggamus, AIR TERJUN TIRAI.


Sepeda pun ikut bergaya

Kerenn.....

Bareng Pak Yanyan dan Pak Samba

Kocak.....ha aha ha

seneng lewat jembatan kuning

Kelakuan.... hehe

My Trip My Adventure...
Mas Abdul Qodir, Ketua POKDARWIS
Seruuu bukan kalau sudah begini?
Bareng MTMA, ADISI dan POKDARWIS

(foto-foto oleh : Elvan, Tim Adisi, MTMA Tanggamus, Subhan Dulmaries, Abdul Qodir)

PESONA AIR TERJUN TAPUSAN (LAMURAN) KOTA AGUNG


Van, rencana mau eksplore Tanggamus niy hari Minggu, ada referensi yang bagus gak?” Mas Yopie Pangkey dari @KelilingLampung mengirim WA kepada saya pada sabtu sore.
Wah Keliling Lampung mau jalan-jalan ke Tanggamus bersama keluarganya yang notabene aktif dalam media sosial dan blog itu, wow kecee nih...
Ada beberapa referensi lokasi wisata yang sudah saya berikan kepada Mas Yopie. Dan tentunya itu adalah lokasi-lokasi yang memang pantas untuk dieksplore. Bakalan seru pastinya...
 
Pukul 06.00 saya sudah sampai ke rumah Mas Yopie karena memang kita harus berangkat pagi-pagi sekali. Keempat anak Mas Yopie dan seorang istri yang selalu mendampinginya sudah siap dengan segala sesuatunya. Cuaca sangat cerah dan petualangan seru akan segera dimulai... go..go Majestic Tanggamus.
Tujuan pertama dalam perjalanan ini adalah Pantai Karang Bolong. Sudah pada tahu kan Pantai Karang Bolong yang sebelumnya sudah saya tulis dalam blog saya. Letaknya memang tidak susah untuk mencapai lokasi ini, hanya sekitar 40 menit saja dari simpang Taman Makam Pahlawan, Kota Agung. Pemandangan pantai yang indah disisi sebelah kanan jalan membuat decak kagum yang tiada henti. Rasanya pingin turun dan selalu berfoto di setiap sudut pantai yang indah, namun kami harus hemat waktu mengingat akan ada tempat lain yang akan dikunjungi nanti. 

KETIKA KARANG BOLONG MENYAPA...


Kerja sambil piknik?
Ahaa itu hobi saya tanpa harus melalaikan tugas utama kantor. Istilahnya sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui sambil nyari berita buat ditulis. Jadi kerjaan tetap jalan, piknik nya dapat dan artikel pun gak putus. Seperti cerita perjalanan kali ini. Saya kebetulan ditugaskan untuk mendampingi pembuatan video profile pariwisata kabupaten Tanggamus oleh Tim Akrala Event Organizer bersama Mbak Fillia Anindhita selaku Kasi Promosi dan rekan saya, Wagito selaku fotografer kantor. Sebenarnya yang mau ikut juga banyak namun entah kenapa pas jadwal yang ditentukan pada hari ini, banyak yang tidak bisa ikut. Rencana pembutan video pada hari yang ditentukan ini adalah menuju pantai karang bolong, karang putih, dermaga batu balai dan tempat-tempat disepanjang pesisir pantai teluk semaka. Yes, senang rasanya ketika banyak yang mau ikut jadi bisa jalan-jalan beramai-ramai dengan rekan kantor termasuk Ibu Kadis, Retno Noviana yang ingin sekali pergi ke pantai Karang Bolong. Namun, ternyata kebersamaan itu hilang karena tak ada yg ikut, yasudah tidak apa-apa yang penting kerjaan tetap jalan. 

Mengikuti Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan




Pada Rabu sore ketika pulang kerja..
“Van, ada pelatihan tentang pariwisata nih, tapi khusus blogger deh kayaknya ,” kata Mbk Fillia Anindhita, selaku Kasi Promosi Dinas Pariwisata Tanggamus memberitahu saya sambil menunjukkan akun instagram @pariwisatalampung.  Memang di akun itu tertulis ada beberapa akun yang terpilih untuk mengikuti Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan di Hotel Horison hari Sabtu 08 April 2017. Ada 10 akun terpilih yang mengikuti acara tersebut. Setelah saya perhatikan ternyata mereka tidak semuanya blogger, beberapa dari mereka itu adalah pemilik akun instagram yang aktif dalam promosi wisata. Ah, mungkinkah saya bisa ikut sementara saya punya akun instagram aktif dan punya blog juga. Iseng-iseng saya menghubungi contact person yang tertera kalau-kalau masih ada kuota agar saya bisa ikut. Walhasil, masih bisa ikut untuk saya sendiri, Alhamdulillah.. mengingat acara ini bagi saya penting untuk menambah wawasan tentang kepariwisataan.

JELAJAH 5 AIR TERJUN DALAM SEHARI


 
Berawal dari postingan teman instagram @bheny_sagita yang selalu posting banyak air terjun di daerahnya, saya pun bertekad ingin mengunjungi tempatnya yang memiliki banyak sekali air terjun yang luar biasa indahnya, Air Naningan. Ya Air Naningan adalah satu dari 20 Kecamatan yang ada di kabupaten Tanggamus. Saya sebenarnya sudah tahu kalau disana ada air terjun bagus yang sering dikunjungi banyak para traveller yang selalu posting foto-foto di air terjun itu, Air terjun Jarum di Pekon Lebuay. Namun, dalam perjalanan saya kali ini, saya tidak sempat mengunjungi Air terjun itu, karena saya diajak berkeliling ke 5 air terjun lain yang bikin hati jadi ngeri-ngeri sedap.. hehe

Lewat Jembatan Kuning yang Cihuy banget....
Mumpung kerjaan masih belum banyak di kantor, maka saya putuskan izin untuk mengeksplor air terjun. Namun perjalanan saya kali ini saya Cuma berdua dengan kawan saya yang demen juga diajak travelling, Wagito. Teman saya yang punya akun instagram @sahabatpicnic ini memang paling demen kalau diajak capek-capek. Biasanya saya selalu ikut tim dari kantor yang pergi selalu berbarengan, termasuk Ibu bos yang suka juga dengan Travelling, Ibu Retno Noviana. Namun karena suatu hal yang tidak bisa di tinggalkan karena mereka sedang dalam tugas maka saya putuskan pergi berdua saja dengan Wagito.

Kamis pagi adalah waktu yang sudah kami jadwalkan untuk ngetrip. Namun saat mau berangkat, cuaca sedang gerimis, agak ragu juga si mau berangkat. Wagito berkali-kali nelfon, jadi gak berangkat katanya. Semangat sekali sepertinya dia itu. Okey Wagito, berangkat kita.....

Singkat waktu, setelah dua jam perjalanan dari Bandar Lampung ke Air Naningan akhirnya kami sampai juga di Pasar Baru Air Naningan dimana disitulah jadi meeting point kami dengan tour guide yang akan membawa kami menjelajahi air terjun. Namanya Mas Beny dan Mas Imam.
“Halo mas Beny, gimna sudah siap kita berangkat,” tanya saya.
“Oke mas siap, perjalanan kita membutuhkan waktu kurang lebih satu jam dengan cuaca yang seperti ini dan semoga tidak hujan,”ujarnya. Memang cuaca tidak sedang terik dan juga tidak gerimis atau hujan, Cuma mendung-mendung manja (kata Wagito siy, hehe). Ada satu hal yang membuat saya agak sedikit heran dengan dua orang tour guide kami ini. Mereka berdua memakai sepatu boot dan motor trail. Wahh wahh dalam hati saya sudah berfikir aneh-aneh, jangan-jangan memang jalannya sangat curam dan terjal. Saya hanya memakai sepatu kets dan wagito Cuma pake sendal jepit bertali biru yang sudah mulai licin itu. Yahh sudahlah, kami pun mulai melakukan perjalanan tanpa pikir panjang lagi.

Perjalanan memang menyenangkan dengan pemandangan desa yang asri. Rumah-rumah yang sejuk dengan banyaknya pepohonan rindang di depan rumah. Bertegur sapa dengan orang-orang yang lewat dengan ramahnya. Saya pun tersenyum dengan mereka. Ketika sedang asyik-asyiknya saya menikmati pemandangan ini, Mas Bheny berkata ,”Ini ujung aspal Mas, kita akan melewati jalanan tanah, siap-siap ya..
Waduhh...
Dengan melewati jalanan tanah yang sudah mulai mengering, saya tetap berhati-hati dengan tetap berpegangan motor karena kata Mas Bheny ini saatnya GPRS alias Gas Pol Rem Sedikit.  Woww ngerii bro..

Kami melewati jembatan kuning yang menawan. Jembatan yang membentang diatas hulu sungai sekampung yang menuju bendungan Batu Tegi. Ya, jembatan yang cukup untuk satu motor saja melintas diatasnya. Jadi harus bergantian jika ada sepeda motor yang berlawanan. Panjang jembatan kurang lebih 500 meter. Jembatan indah yang instagrammable banget bagi para penggila media sosial. Namun kami putuskan untuk berfoto disini sepulangnya dari air terjun saja.
Jalanan mulai menanjak dan menurun kemudan belok kesana dan kemari. Hati mulai dag dig dug namun tetap tenang. Kanan dan kiri jalan adalah area kawasan perkebunan kopi yang sangat luas. Buahnya pun sangat lebat dan pohonnya pendek-pendek.  Asik sekali sepertinya memetik kopi-kopi ini. Jadi kesenangan sendiri bisa memetik kopi dari pohonnya daripada memetik segelas kopi dari warkop di pasar. Senangnya beda, ada kepuasan tersendiri... 

Berpose sejenak di Air Terjun Twin
“Kita menuju Air Terjun yang jauh dulu ya Mas, yang lainnya sambil menuju arah pulang,” Kata Mas Bheny.
“Okey Mas, Siap,” jawabku sambil agak berteriak karena memang dia bawa motornya dengan GPRS (Gas Pol Rem Sedikit).
Kurang lebih satu jam perjalanan, akhirnya kami sampai juga di air terjun pertama yang jadi tujuan kami, air terjun Twin atau air terjun Talang Rambang.  Biasanya yang namanya twin atau kembar itu ada dua benda yang sama, namun air terjun ini tidak ada dua, melainkan Cuma satu air terjun besar hanya saja bentuknya dua tingkat. Jadi air terjun bertingkat dan terletak di dusun Talang Rambang, Desa Talang Damar.  Sebagian orang juga menyebutnya air terjun Talang Rambang. Tingginya sekitar 40 meter dengan lebar kurang lebih 15 meter. Pada saat musim kemarau, air terjun ini akan terlihat lebih jernih dan bersih. Banyak pengunjung yang datang kesini saat musim kemarau. Selain jalanannya juga lebih mudah, air tejunnya akan lebih terlihat lebih indah.

Air Terjun Pasir Buah
Sekitar 30 menit kami berada di air terjun Twin, kami melanjutkan ke air terjun yang kedua, air terjun Pasir Buah. Saya pun merasa heran lagi, setelah air terjun Twin yang nota bene tidak memiliki kembaran tapi disebut Twin, kali ini air terjun Pasir Buah. Saya menengok kekanan dan kekiri tidak ada satupun pohon buah, kecuali kopi dan pohon cabai rawit gunung. Memang kebetulan air terjun ini terletak di dusun Pasir Buah, Desa Talang Damar. Tidak terlalu sulit untuk mencapai lokasi ini. Cukup menuruni perkebunan kopi yang bersih tanpa rerumputan liar seperti halnya menuruni air terjun Twin yang masih banyak tumbuhan liar yang tinggi dan sempit. Air terjun ini tidak cukup tinggi, hanya sekitar 15 meter namun lebarnya kurang lebih 30 meter dengan dipisahkan oleh bebdatuan dan pepohonan di tengah-tengah air terjun itu. Cukup indah dengan percikan air lewat bebatuan gunung yang kokoh dan keras. 

Air Terjun Batu Salak
Menuju AIr Terjun Batu Salak
Masih ada air terjun yang lain yang harus kami kunjungi. Jadi kami tidak berlama-lama di setiap air terjun. Lelah memang terasa. Kaki sudah mulai menunjukkan kelelahannya. Perut mulai mencengkeram keras akibat tidak ada asupan berat sebagai bekal kami, hanya beberapa minuman botol dan roti yang kami beli dari IndoApril saat berangkat tadi. Beruntungnya air terjun ketiga tidak jauh dari lokasi yang sebelumnya. Tidak perlu menuruni bukit hanya berjalan saja 5 menit sampai ke lokasi. Air Terjun Batu Salak, saya tidak mau berheran-heran lagi dengan namanya karena memang tak ada satupun pohon salak disitu. Yang penting saya sudah sampai di lokasi air terjun ketiga. Hampir sama dengan air terjun Pasir buah, Air terjun Batu Salak mengalir melalui bebatuan yang keras dan kokoh. Tinggi air terjun pun masih sekitaran 15 meter dengan lebar kurang lebih 20 meter. Mumpung saya membawa dua baju yang memang saya sudah niat sekali buat foto dengan hasil yang beda, maka saya pun mulai ganti baju. Dan begitu pula dengan Wagito, dia malah membawa 4 baju buat foto. Alangkahnya wag.... hehe

Pukul 14.15 WIB
Kami melanjutkan perjalanan menuju air terjun berikutnya. Jaraknya tidak terlalu jauh dari air terjun Batu Salak, tinggal menuruni bukit saja setelah Batu Salak.  Inilah air terjun tertinggi yang saya datangi dari sebelum-sebelumnya. Tingginya mencapai 50 meter dengan lebar sekitar 15 meter. Air Terjun Way Salak, alirannya masih sama dengan aliran air terjun sebelumnya. Saya sangat takjub dengan pemandangan ini, merinding sudah jelas. Air terjun dibawah tebing yang sangat tinggi. Untuk mencapai tempat inipun harus menuruni bukit yang lumayan terjal. 
Air Terjun Way Salak
Di samping air terjun Way Salak ini ada air terjun lagi. Jaraknya sekitar 20 meter. Air terjunnya lebih kecil dengan tinggi sekitar 25 meter. Dan inilah air terjun kelima yang saya datangi, air terjun Way Salak Lunik. Namun karena kondisi kaki yang sudah susah digerakkan, saya hanya duduk saja sambil melihat air terjun Way Salak Lunik tanpa berfoto ria. Saya sedang mengumpulkan sisa-sisa tenaga untuk menaiki bukit ini lagi.  Kebayang bagaimana lelahnya mendaki bukit ini lagi untuk sampai diatas. Alangkahnya nikmatnya setelah sampai diatas ada mamang cendol lewat atau es dawet terus ada warung nasi padang.  Dengan mengucap bismillah dan bertakbir naiklah kami keatas secara pelan-pelan. Guide saya, Mas Bheny sudah standby kalau-kalau saya tergeletak, hehe...Wagito masih punya stok tenaga di badannya. Maklum saja masih berlemak sedikit badannya, lahh saya... perut sudah offside, bahkan sering dibilang elvan perutnya dah kayak magic com..

Sepuluh menit mendaki, akhirnya saya sampai juga diatas. Dengan tersenyum manis saya menatap air terjun yang baru saja saya kunjungi. "Terima kasih, saya sudah menggapaimu dengan tulang-tulang saya yang hampir rontok, kamu memang hebat, tangguh dengan keindahanmu yang memukau. Jangan merasa menang dulu, suatu saat aku akan menaklukanmu kembali..."
Way Salak Lunik (Foto : Bheny_Sagita)

Suara air terjun masih terdengar sampai atas. Kami berjalan menuju tempat motor diparkir. Terbayar sudah perjalanan yang melelahkan ini meski hampir pingsan rasanya menjelajahi 5 air terjun dalam satu hari. Luar biasa...

Perlahan kami meninggalkan lokasi air terjun. Sambil saya memandang kebelakang dengan senyum puas. Matahari kian senja, cuaca sangat cerah mengiringi perjalanan pulang kami. Hingga suatu hari nanti, saya pasti akan kembali lagi kesini....

Note : Bagi yang ingin trip ke Air Terjun di Air naningan bisa menghubungi Mas Bheny (082282911768)
Jangan Lupa Follow Instagram @Bheny_sagita  @sahabatpicnic dan @majestictanggamus 







Bheny Sagita in Action....