I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."

SENSASI SERU AIR TERJUN TIRAI TANGGAMUS




Pernah mendengar air terjun Tirai? Atau bahkan ada yang sudah berkunjung kesana?
Bentuknya memang seperti tirai air yang sangat tinggi dan lebar. Derasnya aliran air yang mengalir membuat decak kagum setiap orang yang datang berkunjung. Termasuk saya yang berkesempatan datang dan melihat langsung keindahan air terjun tirai ini (ini yang kedua kali nya lokh)
Nah jadi begini (sambil ngopi dulu)...

Dulu pas pertama kali kesini sama Wagito
             Air terjun Tirai ini Berada di Pekon Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan Tanggamus. Memang kalau berbicara air terjun, di Air Naningan lah yang terdapat banyak sekali air terjun (lebih dari 15 air terjun kalau gak salah siy) Sebelumnya saya pernah menulis artikel tentang kunjungan saya ke lima air terjun dalam sehari ke Datar Lebuay, Air Naningan ini. Dulu nama air terjun ini adalah air terjun Way Salak, lalu beberapa dari para pengunjung menyebutnya dengan qir terjun Lembah Misteri, karena memang dulu tempatnya agak sedikit seram karena belum dikelola dengan baik. Namun sekarang sudah berubah namanya menjadi air terjun Tirai. Lebih apik dan lebih menarik ketika orang mendengarnya tanpa menimbulkan kesan yang menakutkan.
         Saat ini air terjun Tirai ini sudah mulai dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Wana jaya Lestari yang diketuai oleh mas Abdul Kodir. Sejak dari bulan April 2017 Mas Qodir dan kawan-kawan mulai merintis lokasi ini menjadi Lokasi Wisata yang menarik buat pengunjung. Atas inspirasi dan arahan dari Bapak Ir. Yanyan Ruchiansyah selaku Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Batu Tegi. Memang lokasi air terjun tirai ini masih berada di kawasan KPHL batu tegi. Ada banyak lokasi yang bisa dikunjungi di kawasan KPHL ini selain air terjun tirai, ada Pulau Kukang yang mempesona di tengah Bendungan Batu Tegi (kece yaa Pulau ditengah bendungan) dan ada pula arung jeram bagi yang senang memacu adrenalin. Namun disini terlebih dahulu saya akan bercerita tentang air terjun tirai.
Sudah mulai bersih dan terkelola
          Jika ingin berkunjung ke lokasi ini memang butuh sedikit perjuangan mengingat medannya yang berbukit-bukit dan harus mengendarai sepeda motor. Akan lebih baik jika cuaca sedang terang dan tidak saat musim hujan. Jalanan untuk menuju ke lokasi air terjun memang tidak bisa dilalui dengan mobil. Jika kita dari arah Bandar Lampung kita masuk ke simpang Bendungan Batu Tegi sebelum pasar Talang Padang kemudian ikuti jalan menuju pasar Tekad. Setelah itu belok kanan dan ikuti jalan ke arah Air Naningan. Sampai di Air Naningan kita berhenti di Pasar Baru. Nah, jika kita sudah janjian dengan guide, di pasar baru ini bisa jadi alternatif untuk tempat menunggu. Kalaupun belum, kita bisa meminta jasa ojek yang ada disana. 
              Dari Pasar Baru ada dua jalan yang bisa kita tempuh untuk menuju air terjun tirai. Namun saya lebih suka jalan melalui jembatan kuning. Jembatan Kuning? Iya betul, ada sebuah jembatan gantung yang membentang di atas ulu sungai yang menuju Bendungan Batu Tegi. Memang jembatannya berwarna kuning. Indah sekali pemdangannya saat kita melintasi jembatan itu. Biru nya air di Ulu Batu Tegi ini menambah syahdu bagi para pengunjung yang melintas diatasnya. Banyak yang berfoto disini namun harus berhati-hati karena banyak kendaraan yang berlalu lalang di jembatan. Jembatan ini tidak begitu lebar hanya muat untuk dua motor, itupun sangat sempit jika berpapasan. Panjang jembatan sekitar 200 meter. Cukup panjang bukan?
Jembatan Kuning yang kerenn...
              Setelah kita melewati Jembatan Kuning kita akan melewati perkebunan kopi dan perkampungan warga yang cukup ramai. Hanya jalannya yang belum sepenuhnya diaspal. Masih banyak jalan yang berbatu-batu dan tanah merah. Namun janganlah takut karena para guide lokal sudah lincah membawa motor dalam situasi seperti ini (jangan sedih). Perjalanan yang ditempuh kurang lebih 30-40 menit untuk sampai di Air Terjun Tirai. Jalanan melalui perkebunan kopi menjadi sensasi sendiri yang penuh dengan lika-liku tetapi tetap aman. 
            Sebelum sampai di lokasi, kita parkir kendaraan di sebuah tempat parkiran yang sudah dipersiapkan oleh Pokdarwis. Setelah itu kita berjalan kaki kurang lebih 5 menit saja menuju air terjun. Saat berjalan kaki, derasnya aliran air terjun sudah terdengar bergemuruh pertanda air mengalir sangat derasnya. Tibalah kita menuju jalan menurun melewati pohon-pohon besar dan berakar. Sebelum menuruni anak tangga, kita sudah disuguhi air terjun sebelum air terjun tirai. Air Terjun Tirai pertama ini memang tidak begitu tinggi. Kurang lebih 15 meter tingginya namun tetap terlihat indah dengan derasnya air yang terjun.

Area Parkir... Amaann
        Di samping air terjun pertama yang sudah kita lewati, barulah terlihat air terjun Tirai yang memukau. Pertama kali saya melihat air terjun ini, mata sangat takjub dengan keindahan air terjun ini. Air nya mengalir dan jatuh dengan deras nya dari ketinggian kurang lebih 50 meter. Bentuknya melebar dari atas ibarat tirai air yang mengalir tiada henti. Saya begitu tertegun. Mata saya melihat ke arah sekeliling air terjun ini. Ada rumah Pohon yang berdiri kokoh tepat di depan air terjun. Tempat-tempat bersantai berupa gubuk-gubuk kecil berada di sisi sebelah kiri dengan posisi di atas tanah yang bertingkat-tingkat. Ada taman bunga yang sedang tumbuh di bawah rumah pohon. Bunga-bungan kana berjejer rapi di pinggiran kali yang berasal dari aliran air terjun. Sebuah jembatan bambu terbentang diatas kali aliran air terjun. 
Dari atas rumah pohon...
        Saya mencoba menaiki rumah pohon dua tingkat yang berada tepat di depan air terjun. Menikmati pemandangan sekitar dari atas rumah pohon. Woww luar biasa indahnya. Anak-anak kecil bermain air dengan senangnya. Beberapa pengunjung sedang berfoto ria dari berbagai sudut. Para Pokdarwis wara-wiri melayani para pengunjung yang pas kebetulan saya kesana sedang ramai sekali. Di salah satu gubuk di bawah pohon, saya melihat keluarga yang sedang makan bersama. Dua orang anak kecil sedang asyik makan dengan lahapnya meskipun keadaan basah kuyup setelah bermain air.
        Tidak berapa lama saya melihat sekelompok klub sepeda datang. Memang sebelumnya ada kabar kalau bakal ada tim sepeda ADISI mau berkunjung ke air terjun Tirai. Saya sempat kaget juga apa ya bisa bersepeda ke sini. Namun klub sepeda ADISI (Aku Disini) memang suka bertualang seperti ini dan ini sudah biasa bagi mereka. Satu persatu mereka menurunkan sepeda mereka sambil berseru gembira. Saya kemudian turun dari rumah pohon kemudian mencari Pak Tejo. Ya Pak Tejo adalah ketua rombongan sepeda yang sebelumnya saya sudah berkomunikasi dengannya. Perawakannya memang sudah agak berumur namun Pak Tejo ini berjiwa muda sekali. Terlihat dari semangatnya bersama kawan-kawan bergowes ria ke air terjun . Awalnya mereka akan datang beramai-ramai, namun karena suatu hal dan halangan akhirnya Pak Tejo dan tim ADISI hanya datang sekitar 10 sepeda. Ini patut diacungi jempol. Pak Tejo bilang kalau ini adalah trip yang sangat menantang sekali medannya namun menyenangkan karena melewati jembatan kuning. Pak Tejo bilang kalau Tim ADISI sudah melewati beberapa jembatan selama ngetrip dengan ADISI. Ada keasyikan sendiri ketika melewati jembatan dengan sepeda (hmm masak iya siy ya he he). 
Bareng Pak Tejo ADISI
   Saya tersenyum melihat kawan-kawan ADISI yang bersuka ria bermain-main air terjun. Puas sekali rasanya mereka sudah sampai di lokasi yang menjadi tujuan utama mereka. Derasnya air terjun tidak mengalahkan teriakan mereka dibawah air terjun. Sebuah objek wisata tirta yang tersembunyi di balik tebing dan menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Tanggamus, AIR TERJUN TIRAI.


Sepeda pun ikut bergaya

Kerenn.....

Bareng Pak Yanyan dan Pak Samba

Kocak.....ha aha ha

seneng lewat jembatan kuning

Kelakuan.... hehe

My Trip My Adventure...
Mas Abdul Qodir, Ketua POKDARWIS
Seruuu bukan kalau sudah begini?
Bareng MTMA, ADISI dan POKDARWIS

(foto-foto oleh : Elvan, Tim Adisi, MTMA Tanggamus, Subhan Dulmaries, Abdul Qodir)