I AM AJNABEE

" Kerja sambil piknik ya itu sudah menjadi bagian dari saya. Tidak akan ada cerita tanpa adanya perjalanan.. karena bagi saya ada jalan ya ada cerita.. kalau gak jalan ya tidak ada cerita..Simpel dan tidak pakai ribet.. semua jalani saja.."

WANA WISATA TANJUNG HARAPAN


Tanjung Harapan? Dimanakah itu? Sepertinya baru terdengar yaa..
Ya, jelas saja karena ini merupakan sebuah destinasi wisata baru yang berada di lokasi wilayah KPHL Batutegi. Pastinya sudah pada tahu kan Bendungan Batu Tegi. Bendungan terbesar di Asia Tenggara yang memiliki luas sekitar 3.560 hektar. Wow..;

Memang sebelumnya saya sudah mendengar dan tahu soal informasi tentang objek wisata ini dari postingan mas Abdul Qodir, Ketua Pokdarwis Wana Jaya Lestari. Mas Qodir ini adalah salah satu penggerak wisata yang ada di Kecamatan Air Naningan. Setelah mengelola Air Terjun Tirai yang juga berada di kawasan Batu Tegi, kini Mas Qodir dan anggota Pokdarwis sedang bergerak untuk mengelola Wana Wisata Tanjung Harapan. 

Siap Berangkat...
Bagi saya yang sebenarnya tukang jalan dan suka eksplor hal-hal yang baru, tentunya senang sekali saat ada undangan untuk menghadiri acara Launching Wana Wisata Tanjung Harapan. Yess, kebetulan memang sudah lama tidak jalan, inilah saatnya mulai bertualang lagi. Bersama dengan tim dari Kantor Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga beserta Pemkab Tanggamus, kami berangkat pada hari Selasa 15 Januari 2019. Ditemani oleh kawan-kawan media dari Tanggamus yang kece sekelas kakak Yusuf Ariansyah terus ada Wagito, temen ngetrip setiap saat dan juga ada Kiki. Kiki? Siapa dia.. Ya, kawan saya yang suka banget motret dan suka eksplor wisata juga.

Meeting point hari itu adalah di Dermaga Batu Tegi. Dengan menuruni banyak sekali anak tangga yang sebenarnya tidak tahu berapa jumlahnya ya, yang jelas banyak banget dan lumayan membuat kaki minta istirahat. Istirahat bukan berarti duduk dan berdiam saja, ahh itu si datarr kalau pas lagi jalan-jalan istirahatnya cuma duduk dan diam, lha terus apa?.. hmm foto-foto dong pastinya hehe..

Memukau dan Menyejukkan mata
Perahu-perahu penumpang sudah berjejer rapi di dermaga menunggu penumpang untuk naik. Termasuk kami bertujuh yang saat itu memang sudah siap menyebrang ke Tanjung Harapan. Sebagai informasi, Letak Wana Wisata Tanjung Harapan adalah di salah satu sudut Bendungan Batu Tegi yang untuk sampai kesana kita membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan menggunakan perahu. Enaknya naik perahu ini adalah kita bisa menikmati indahnya pemandangan sekeliling sambil jeprat-jepret dan berselfie ria. Untuk menuju ke Tanjung Harapan kita dikenakan biaya perahu Rp.25.000, perorang untuk sekali jalan.

Begitu sampai di Tanjung Harapan, lega rasanya. Memang luar biasaa indahnya. Bendungan Batu Tegi terasa indah dilihat dari sudut yang berbeda. Danaunya yang terlihat hijau dan tenang memang menambah suasana jadi lebih menarik. Bukit dan pepohonan hijau sungguh membuat mata tak bisa berkedip untuk memandang. Ahh,, seandainya saja ini berada di belakang rumah, tentu saya gak akan pernah beranjak dari situ.. hehe.

Berani Coba?
Lokasinya cukup bersih dan terdapat beberapa wahana dan fasilitas yang sudah tersedia disini. Seperti camping ground, lorong bambu, cottage sederhana namun indah, toilet yang bersih, aula untuk bersantai dan juga terdapat wahana flying fox yang lumayan seru dengan panjang sekitar 250 meter. Woww.. bisa dibayangkan saat meluncur, kita memandangi panorama batu tegi yang luar biasa indahnya. Selain itu juga terdapat beberapa rumah pohon dan jembatan gantung diantara pepohonan. Lagi-lagi kita akan disuguhkan pemandangan kece dari rumah pohon. Kalau kata beberapa pengunjung, ini ibarat kali biru nya Tanggamus. Tapi memang iya juga kalau dilihat memang sekilas mirip dengan kalibiru nya Jogjakarta. Indah sekali, sungguh beruntung ya.. ini ada di Kabupaten Tanggamus. 

Bunga Bukit Peri.. Woww
 Tempat ini memang pas banget bagi para petualang yang memang menyukai tantangan dan juga untuk para pengunjung yang memang sedang butuh tempat untuk refreshing dari aktivitas yang sibuk. Bagi yang sedang ada masalah hati dengan pasangan juga memang pas banget kesini (asal jangan lompat dan nyemplung ke Danau Batu Tegi saja yaa). Suara burung-burung berkicau dan sesekali terdengar suara monyet dari perbukitan memang bisa menyegarkan fikiran dari pada suara bising kendaraan yang setiap hari kita jumpai. Apalagi dengan suara knalpot motor yang bikin telinga pecah. Cobalah duduk di rerumputan dengan bunga-bunganya yang berwarna keunguan (Bunga Bukit Peri) sambil memandang ke Danau, yakinlah ini bisa menghilangkan stress. Kalau memang ingin lebih menantang lagi, naiklah flying fox. Dengan biaya Rp.20.000,- saja perorang, kita sudah bisa meluncur dengan flying fox ini. Berani?

Bupati Tanggamus dan Kadisparbudpora... Action....

Tiga jam sudah berlalu di Wana Wisata Tanjung Harapan ini. Hati merasa senang dan puas. Puas ? sebenarnya belum, hanya waktu pulang bareng tim sudah tiba. Tunggulah saatnya nanti, saya akan kembali lagi kesini. Cuaca siang ini memang agak mendung karena awan sudah mulai menghitam. Kami semua kembali ke perahu yang sudah bersandar di tepian Danau. Satu persatu perahu kami meninggalkan Tanjung Harapan. Ahh indah sekali meskipun cuaca mendung namun pemandangan alam sekitar masih terlihat memesona. Namun, ini tak berlangsung lama karena tiba-tiba saja hujan mulai turun. keadaan mulai basah termasuk kami yang sedang berada di perahu. Air mulai bergelombang menerpa perahu kami. Hati mulai deg-degan kapan ini perahu akan sampai. Suasana sekitar mendadak gelap karena air hujan. Pemandangan indah sekeliling danau jadi tidak terlihat. “Mas, masih lama gak sampai ke Dermaga.”tanya saya kepada Mas yang bawa perahu. “Belum tahu juga mas, karena gak keliatan juga arahnya niy,”jawabnya sambil melihat-lihat ke kanan dan ke kiri. Dalam setiap perjalanan hal-hal tidak terduga karena faktor cuaca memang sudah lumrah. Bagi para petualang menghadapi seperti sudah terbiasa. Apa yang dilakukan ketika hal ini terjadi? Hati tetap tenang dan berdoa pastinya. 

Biarpun Mendung, Tapi Tetap Menawan
Dari kejauhan kami melihat perahu lain sedang berhenti, mungkin sedang bingung juga mencari arah ke dermaga. namun tampak para penumpang di perahu itu memanggl-manggil kami dengan ketakutan dan menangis karena penumpang disitu adalah Ibu-ibu semua. Mereka meminta tolong karena mesin perahunya macet. Kamipun bingung bagaimana cara menolongnya karena perahu kamipun sudah pas dan tidak bisa memuat lagi. Kami meminta mereka untuk tenang dan sabar sambil menunggu tukang perahu mereka menghidupkan mesin kembali. Namun Ibu-ibu itu semakin panik, menangis dan teriak. “ISTIGHFAR BU ISTIGHFAR.. TENANG ,” Tiba-tiba Kiki kawan saya berteriak kencang demi menenangkan Ibu-ibu itu biar tidak panik. Kami berusaha untuk tetap mencari bantuan saat tiba di dermaga. Andai semua penumpang ibu-ibu itu pindah ke perahu kami, itu akan sangat berbahaya karena kelebihan muatan. Perahu kami mulai melaju ke Dermaga namun kami sesekali melihat perahu tadi dan ternyata perahu merekaa pun sudah mulai bergerak dan melaju. Alhammdulillah... Semoga selamat sampai tujuan.

Dermaga Batu Tegi...
Tak berapa lama kami sampai di Dermaga, hujan deras belum reda juga. Badan sudah basah kuyup dan tak ada lagi kain kering yang menempel di badan. Kami melihat perahu yang ditumpangi Ibu-ibu tadi pun mulai mendekat ke Dermaga. Semua baik-baik saja. Saya tersenyum sambil menaiki anak tangga yang sampai sekarang saya belum bisa menghitungnya ada berapa jumlahnya. Yang penting jalan bisa sampai ke parkiran kendaraan. Seru dan deg-deg serrr rasanya. Kalaupun ditanya masih mau ke Tanjung Harapan lagi, saya akan tetap bilang mau sekali. Inilah yang membuat perjalanan penuh warna, agar tidak selalu datar dan monoton. Ibarat masakan itu tidak hambar rasanya.. ini adalah karena faktor cuaca. Namanya cuaca bisa terjadi kapan saja dan dimana saja... Namun hal yang perlu dilakukan adalah bersikap tenang dan berdoa semoga perjalanan lancar dan aman. Kamu mau travelling kesana? 

Keceee.....

Selfie rie dengan bu Retno, Kadisbudparpora Tanggamus

Peresmian oleh Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handajani

Kali Biru? Bukan, ini Air Naningan

Gimana... gimana? bagus kann....

Durennya menggoda...
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     


Tidak ada komentar:

Posting Komentar